PENAJAM — Warga Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyambut antusias kunjungan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono yang meninjau Jembatan Garuda Merah Putih, Selasa (25/8/2026). Jembatan yang telah selesai dibangun ini menjadi urat nadi baru bagi mobilitas warga, mulai dari anak sekolah hingga petani yang mendistribusikan hasil bumi.
Dalam sambutannya, Pangdam menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan realisasi nyata program Presiden Prabowo untuk rakyat. Kehadiran infrastruktur ini tidak hanya menghubungkan secara fisik, tetapi juga menjadi penghubung masyarakat menuju pusat perekonomian, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
68 Jembatan Rampung, 41 Titik Sumur Bor untuk Warga PPU
Pangdam memaparkan data progres pembangunan yang membanggakan. Saat ini telah berdiri 68 titik jembatan dengan status selesai 100 persen, sementara 27 titik lainnya masih dalam proses pembangunan. Mulai 1 September mendatang, akan dibangun lagi 41 titik jembatan baru.
Komitmen Kodam VI/Mulawarman untuk masyarakat PPU juga diwujudkan melalui program pembangunan 41 titik sumur bor. Langkah ini diambil untuk mengatasi kebutuhan air bersih yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah wilayah.
Pesan Pangdam: Jaga Persatuan dan Larangan Bakar Lahan
Di sela-sela kunjungannya, Pangdam berdialog langsung dengan warga dan mendengarkan apresiasi mereka. Ia berpesan agar masyarakat senantiasa menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, dan bersama-sama merawat fasilitas yang telah dibangun.
Pangdam juga menyampaikan imbauan tegas terkait kelestarian alam. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan saat membuka area pertanian karena dampaknya merugikan banyak pihak. Pelanggar akan dikenakan sanksi tegas sesuai hukum yang berlaku.
Aspirasi Warga: Irigasi Pertanian dan Ancaman Alih Fungsi Lahan
Kunjungan ini juga menjadi ruang dialog interaktif. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten PPU, Sujiati, menyampaikan aspirasi agar Pangdam turut mengawal pembangunan irigasi pertanian di Desa Sebakung Jaya. Hal ini dinilai krusial mengingat adanya indikasi alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan sawit yang dapat mengancam program ketahanan pangan di wilayah PPU.
Rangkaian kunjungan diakhiri dengan pengecekan langsung ke lokasi Jembatan Garuda, peninjauan pengatapan Masjid Al Mujahidin, serta sesi foto bersama tokoh masyarakat, ibu-ibu Persit, dan anak-anak dari SD 014 Babulu.
Jembatan Garuda Merah Putih kini bukan sekadar besi dan beton, melainkan simbol harapan yang merajut masa depan lebih cerah bagi masyarakat Sebakung Jaya. (*/Pendam VI/Mlw)