Pencarian

BWS Kalimantan IV Salurkan 160.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kaltim

Kamis, 03 September 2026 • 20:42:32 WIB
BWS Kalimantan IV Salurkan 160.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kaltim
Petugas BWS Kalimantan IV Samarinda mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kalimantan Timur.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda telah menyalurkan 160.000 liter air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan di Kalimantan Timur. Distribusi dilakukan selama dua bulan terakhir atau sepanjang Juli hingga Agustus, menyasar wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Paser, dan Kota Samarinda.

SAMARINDA — Bantuan air bersih itu menyasar desa-desa yang mengalami kekeringan ekstrem, seperti Desa Sebakung Jaya dan Desa Gunung Intan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Wilayah lain yang menerima adalah Long Kali di Kabupaten Paser serta kawasan Makroman dan Bantuas di Kota Samarinda.

Kepala BWS Kalimantan IV Samarinda Andri Rachmanto Wibowo mengungkapkan, air yang disalurkan berasal dari sumur bor dengan kedalaman lebih dari 100 hingga 200 meter. Ia menjamin kualitas airnya jauh lebih baik dibanding air sungai.

"Air bersih yang disalurkan ini diambil dari sumur air tanah dalam yang dibor dengan kedalaman di atas 100 hingga 200 meter, sehingga airnya sangat jernih dan dingin, berbeda dengan air sungai yang keruh," ujar Andri di Samarinda, Kamis.

Satu RT Sampai 20.000 Liter per Hari

Distribusi dilakukan secara bergilir menggunakan armada mobil tangki berkapasitas 4.000 liter. Dalam sehari, volume yang disalurkan bervariasi antara 12.000 hingga 20.000 liter.

Besaran volume itu disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masing-masing rukun tetangga (RT). Petugas memastikan setiap wilayah yang paling kritis mendapatkan jatah lebih dulu berdasarkan pemetaan di lapangan.

Warga Diminta Ajukan Permohonan Kolektif

BWS memberlakukan prosedur ketat agar bantuan tepat sasaran. Warga tidak bisa mengajukan permintaan secara perorangan karena berisiko bantuan diperjualbelikan.

Masyarakat yang membutuhkan diminta mengajukan permohonan secara kolektif melalui pengurus RT atau kelurahan. Permintaan itu kemudian diteruskan pemerintah setempat ke pihak BWS untuk diproses.

Untuk memastikan akurasi data, BWS berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam memetakan titik-titik krisis air. Setiap penyaluran juga didokumentasikan dengan foto ber-timestamp sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan publik.

Kolaborasi Lintas Instansi dan Bantuan dari Pusat

Kelancaran distribusi air ini merupakan hasil kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya. Ditjen Cipta Karya meminjamkan armada mobil tangki, sementara BWS menanggung biaya bahan bakar minyak (BBM), personel operasional, dan penyediaan titik sumur air.

Andri memastikan bantuan tambahan akan segera datang dari pemerintah pusat di Jakarta. Perkuatan berupa mobil tangki dan mobil pompa air dikirim untuk memastikan warga Kaltim tidak kekurangan air bersih selama musim kemarau panjang.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang paling terdampak kekeringan. Sebaran titik distribusi akan terus diperbarui seiring perkembangan kondisi di lapangan.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks