KALIMANTAN TIMUR — Peluncuran yang digelar di BSD City, Tangerang Selatan ini menandai dimulainya operasional 10 hub yang tersebar di Jakarta, Batam, Medan, Bandung, Malang, Makassar, Papua, Yogyakarta, Aceh, dan Surabaya. Konsep yang dipakai adalah Hub and Spoke, di mana kota-kota besar menjadi pusat, sementara daerah di sekitarnya terhubung sebagai titik ekosistem pendukung.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa kehadiran GSIH bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan jembatan konektivitas ekosistem.
"Kita tidak boleh berhenti hanya di konektivitas. Kita harus memastikan keterhubungan itu tertranslasikan menjadi pertumbuhan atau connectivity become growth," ujar Meutya dalam sambutannya.
Target 500 Titik dan Prioritas Pemerataan
Komdigi tidak berhenti di 10 kota. Jaringan ini ditargetkan berkembang hingga 500 titik, dengan tambahan 20 Garuda Spark baru pada 2026. Namun, Meutya menekankan bahwa target tersebut bukan sekadar mengejar kuantitas.
"Target kita tidak hanya angka tapi juga pemerataannya. Kita ingin memastikan anak-anak muda di daerah tidak harus selalu pergi ke pusat untuk mendapatkan akses terhadap ekosistem inovasi," tegasnya.
Data yang diusung Komdigi menunjukkan bahwa pada 2030, sekitar 68 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif 15-64 tahun. Kelompok ini dipandang sebagai kekuatan utama yang harus diberi ruang untuk mengambil peran dalam transformasi digital.
Jembatan Menuju Pasar Global
GSIH mengusung prinsip 'Locally Adapted, Nationally Coordinated, Globally Connected'. Potensi daerah dikembangkan sesuai karakteristik lokal, diperkuat dengan koordinasi nasional, kemudian dibuka menuju pasar internasional.
Meutya menyebut jaringan ini sebagai global gateway dua arah. Inovasi dalam negeri diharapkan bisa menembus pasar mancanegara, sementara investasi dan teknologi asing masuk dengan kemitraan yang setara.
"Daya saing kita menjadi setara di tingkat global, startup kita dihargai di tingkat global, talenta-talenta kita sejajar dan sama tinggi dengan talenta-talenta di mancanegara," ungkapnya.
Kolaborasi Strategis dengan Swasta
Peluncuran GSIH melibatkan kerja sama dengan sejumlah pemain industri besar, yaitu Sinar Mas Land, Indosat Ooredoo Hutchison, Ericsson, dan Nongsa Digital Park. Kemitraan ini menjadi kunci untuk memastikan setiap hub memiliki akses ke pendampingan, pendanaan, dan jejaring industri yang dibutuhkan startup lokal.
Dengan pendekatan ini, GSIH diarahkan menjadi ruang yang mempertemukan potensi daerah dengan sumber daya yang dibutuhkan untuk tumbuh. "Ujungnya adalah kedaulatan digital," pungkas Meutya.