Pencarian

IDAI Usul MBG Dimasak di Kantin Sekolah demi Keamanan Pangan Anak

Sabtu, 12 September 2026 • 14:19:01 WIB
IDAI Usul MBG Dimasak di Kantin Sekolah demi Keamanan Pangan Anak
Ketua IDAI menyampaikan usulan agar program MBG dimasak di kantin sekolah dalam media briefing, Jumat (11/9/2026).

KALIMANTAN TIMUR — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menilai standar keamanan pangan program MBG tidak bisa ditawar lagi. Usulan ini muncul setelah kasus keracunan pada program nasional tersebut terjadi berulang kali.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp A, Subsp.Kardio(K), menyampaikan hal ini dalam media briefing, Jumat (11/9/2026). Menurutnya, memasak MBG di kantin sekolah membuat makanan lebih hangat dan segar saat disajikan ke anak.

Mengapa Dimasak di Kantin Sekolah Dianggap Lebih Aman

Dengan konsep masak di sekolah, penyajian makanan bisa dibentuk sesuai selera anak agar mau makan. IDAI mencontohkan sistem prasmanan sebagai salah satu pilihan.

"Standar keamanan pangan itu sangat ketat dan tidak bisa ditawar-tawar lagi," kata Piprim.

Usulan ini sekaligus merespons kejadian keracunan yang berulang pada program MBG. Bagi sebagian orang, kejadian itu mungkin hanya angka statistik. Namun bagi orang tua, kata Piprim, masalah ini membuat mereka sangat sedih.

Niat mulia memberi gizi pada anak, menurutnya, perlu dibarengi upaya memastikan makanan yang dikonsumsi aman dan memenuhi standar. IDAI pun merekomendasikan peninjauan ulang konsep MBG secara objektif dan menyeluruh.

Dua Penyebab Utama Keracunan Pangan Menurut Dokter Anak

Prof Dr Damayanti Rusli dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI menjelaskan keracunan pangan dipicu dua hal. Pertama, food-based hazard yang berasal dari paparan kimia dan fisik pada makanan, seperti bakteri, jamur, cacing, hingga pestisida.

"Yang kedua adalah si orang sendiri, orang tersebut yang menyebabkan hazardnya tadi. Jadi, bisa dari makanannya, bisa dari perilakunya untuk mengolah makanan," ujarnya.

Damayanti mencontohkan beberapa kesalahan umum dalam pengolahan makanan. Mulai dari mencampur makanan mentah dengan makanan yang sudah masak, temperatur penyimpanan yang salah, sampai bahan yang kurang bersih dicuci.

Anak Bawah 5 Tahun Paling Rentan Keracunan

Data WHO 2015 mencatat satu dari 10 orang mengalami keracunan makanan. Damayanti mengingatkan keracunan bisa berujung kematian.

Kelompok yang paling sensitif terhadap keracunan adalah lansia dan anak di bawah 5 tahun. Jika MBG nantinya menyasar 3B (Bayi, Balita, Bumil/Ibu Hamil), risiko yang dihadapi justru lebih besar. Orang dengan daya tahan tubuh rendah juga masuk kelompok rentan.

Yang Perlu Ibu Perhatikan soal Keamanan Makanan Anak

Selama program MBG berjalan, ibu bisa ikut mengawasi kebersihan makanan yang diterima anak di sekolah. Tanyakan bagaimana makanan diolah, disimpan, dan disajikan sebelum sampai ke tangan anak.

Jika anak menunjukkan gejala mual, muntah, diare, atau lemas setelah makan, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Keracunan pada anak kecil bisa berkembang cepat dan tidak boleh ditangani sendiri di rumah.

Usulan IDAI agar MBG dimasak di kantin sekolah layak jadi bahan diskusi bersama pihak sekolah. Tujuannya satu: memastikan setiap suapan yang masuk ke mulut anak benar-benar aman.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks