KALIMANTAN TIMUR — Keputusan itu diungkap Hansen saat menjadi bintang tamu di acara Fox News "Jesse Watters Primetime". Ia mengaku datang ke kantor distributor independen A24 untuk pemutaran privat pukul 10.00 pagi, tetapi memilih pulang setelah membaca isi dokumen yang diajukan pihak studio.
"Pengacara A24 ingin saya menandatangani hak atas nama, citra, dan merek saya, serta hak hukum potensial yang muncul dari film ini. Saya tidak bisa menandatanganinya, jadi mereka tidak menayangkan filmnya untuk saya," kata Hansen dalam kesempatan itu.
Isi Perjanjian yang Ditolak Hansen
Hansen menyebut perjanjian itu jauh lebih rumit daripada sekadar NDA standar yang biasa diberikan kepada penonton pratinjau. Ia menegaskan tidak akan menandatangani dokumen apa pun tanpa pendampingan pengacara.
"Tentu saja tidak. Ini perjanjian yang sangat membatasi. Saya belum pernah melihat yang seperti ini," ujarnya.
Sementara itu, sumber yang dekat dengan A24 mengatakan Hansen hanya diminta menandatangani NDA standar yang berlaku untuk semua penonton pratinjau film yang belum rilis. Tujuannya mencegah kebocoran spoiler dan melindungi kekayaan intelektual studio.
Kronologi Sebelum Pembatalan
Kabar ini menjadi perubahan sikap yang cukup mengejutkan. Beberapa hari sebelumnya, Hansen sempat mengungkapkan dalam podcast "Serialously With Annie Elise" bahwa A24 menjadwalkan pemutaran privat untuknya dan ia akan memberikan penilaian setelah menonton.
Hansen mengaku tidak punya kepentingan finansial atas film ini. Ia tidak menerima bayaran dan tidak dilibatkan sebagai konsultan produksi. Ia justru mengetahui proyek ini dari penyelidikannya sendiri sebagai jurnalis.
"Saya hanya reporter yang bekerja, dan saya tidak paham seluk-beluk Hollywood. Tapi saya bisa mencari tahu," katanya.
Kekecewaan pada Waktu Komunikasi
Yang membuat Hansen paling kecewa bukanlah isi filmnya, melainkan waktu pihak produksi menghubunginya. Ia baru menerima telepon pada hari pemutaran, setelah proses syuting selesai.
"Saya mendapat telepon hari ini, 'Semua orang khawatir. Mereka ingin Anda senang dengan film ini.' Lalu kenapa tidak memberi tahu saya sejak awal produksi?" ujarnya.
Hansen juga menyoroti label "terinspirasi dari kisah nyata" yang dipakai A24 dalam materi promosi. Ia belum menonton satu menit pun footage film tersebut dan tidak bisa memastikan apa yang membuat studio khawatir.
Sinopsis dan Jadwal Rilis "Primetime"
"Primetime" merupakan debut penyutradaraan film naratif Lance Oppenheim. Skenario ditulis Ajon Singh, yang masuk daftar 10 Screenwriters to Watch versi Variety pada 2025, terinspirasi dari artikel "Tonight on Dateline This Man Will Die" karya Luke Dittrich.
Film ini mengikuti Hansen pada 2006 saat "To Catch a Predator" naik dari segmen "Dateline NBC" menjadi program primetime sendiri. Robert Pattinson menjadi pemeran utama sekaligus produser lewat banner Icki Eneo Arlo miliknya.
Deretan pemain pendukungnya mencakup Merritt Wever, Skyler Gisondo, Phoebe Bridgers, dan Bokeem Woodbine. Mantan CEO NBCUniversal Jeff Zucker muncul sebagai dirinya sendiri.
"Primetime" akan tayang perdana dalam kompetisi di Venice Film Festival sebelum dirilis di bioskop Amerika Serikat pada 25 September. Hansen pun harus menonton film ini seperti penonton lain, dengan membeli tiket. Saat ditanya apa yang ingin ia katakan kepada Pattinson, ia menjawab dengan kalimat yang membuatnya terkenal: "Duduklah di sana."