SAMARINDA — Ratusan ton logistik mulai disalurkan ke wilayah pedalaman Mahakam Ulu yang terisolir akibat kekeringan ekstrem. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, memastikan bantuan tersebut menyasar warga di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari yang selama berminggu-minggu kesulitan mendapatkan pasokan kebutuhan sehari-hari.
"Akibat surutnya Sungai Mahakam, wilayah pedalaman Mahakam Ulu menjadi terisolir. Untuk mengatasi hal ini, saya telah memerintahkan jajaran terkait, khususnya Dinas PUPR, untuk segera membuka akses jalan darat agar distribusi kebutuhan pokok, bahan bakar, dan gas tabung tetap berjalan lancar," tegas Rudy Mas'ud di Samarinda, Senin (18/8).
Beras Cadangan Pangan Pemerintah Jadi Andalan Utama
Total bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dikirim mencapai 62.140 kilogram. Sebelum diberangkatkan, Pemprov Kaltim memastikan seluruh pasokan beras telah melalui uji mutu dan layak konsumsi untuk menghindari risiko kesehatan bagi warga terdampak.
Selain beras, pemerintah juga mengirim ratusan komoditas operasi pasar untuk menekan lonjakan harga yang biasanya terjadi saat jalur logistik terputus. Rinciannya meliputi 330 sak Beras Premium Kita (5 kg), 600 kemasan Minyakita (2 liter), serta 1.200 kemasan gula pasir.
Pasokan Energi: 920 Tabung Gas Disiapkan untuk Warga
Kebutuhan energi warga juga menjadi perhatian utama dalam operasi darurat ini. Pemprov Kaltim mengirimkan 720 tabung gas LPG 3 kg dan 200 tabung Bright Gas 12 kilogram untuk memastikan aktivitas memasak warga tidak terganggu di tengah sulitnya akses transportasi.
Distribusi logistik ini merupakan hasil sinergi lintas lembaga. Selain Pemprov Kaltim dan Pemkab Mahakam Ulu, operasi ini melibatkan PT Pertamina Patra Niaga, Perusda PT Melati Bhakti Satya (MBS), serta agen-agen lokal yang mengetahui medan distribusi di wilayah hulu.
Jalan Darat Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Warga
Gubernur Rudy Mas'ud menekankan bahwa pembukaan akses jalan darat bukan hanya solusi jangka pendek untuk distribusi bantuan. Langkah ini dinilai krusial untuk memulihkan roda ekonomi warga yang selama ini bergantung pada transportasi sungai.
"Pemerintah akan terus mengawal distribusi logistik ini lewat jalur darat yang tengah dipacu pengerjaannya, sebagai bukti nyata bahwa negara selalu hadir menjaga kesejahteraan seluruh rakyatnya, hingga ke pelosok dan ujung negeri," ujarnya.
Pengerjaan jalan darat oleh Dinas PUPR Kaltim kini menjadi prioritas utama agar rantai pasok kembali normal sebelum musim hujan tiba. Warga di dua kecamatan terdampak diharapkan bisa segera beraktivitas normal tanpa kekhawatiran kelangkaan bahan pokok.