Pencarian

708 Bank Sampah di Kaltim Jadi Garda Terdepan Pemilahan Sampah, BSU Matahari Samarinda Sewakan Gaun Daur Ulang ke IKN

Selasa, 11 Agustus 2026 • 19:36:32 WIB
708 Bank Sampah di Kaltim Jadi Garda Terdepan Pemilahan Sampah, BSU Matahari Samarinda Sewakan Gaun Daur Ulang ke IKN
Petugas menunjukkan hasil pemilahan sampah non-residu di Bank Sampah Unit Matahari, Samarinda, Selasa (18/2).

SAMARINDA — Kebijakan pembatasan ketat sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) memaksa perubahan hulu ke hilir dalam pengelolaan limbah di Kalimantan Timur. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltim kini memaksimalkan peran jaringan Bank Sampah Unit (BSU) sebagai ujung tombak pemilahan sampah dari rumah tangga.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kaltim, Andi Sitti Asti Suriaty, menegaskan bahwa sampah non-residu seperti plastik, kertas, dan organik harus tuntas diolah di sumbernya.

"Dengan adanya pembatasan ketat bahwa hanya residu yang boleh masuk TPA, maka sampah non-residu seperti plastik, kertas, dan organik harus habis diselesaikan di sumbernya melalui kolaborasi aktif bank sampah, TPST, maupun TPS 3R," ujar Asti di Samarinda, Selasa.

Jejaring 708 Bank Sampah dan 29 TPST Jadi Andalan Baru

Data DLH Kaltim mencatat telah terbentuk 708 unit bank sampah serta 29 unit TPST dan TPS 3R di seluruh wilayah provinsi. Jumlah ini terus bertambah secara progresif seiring sosialisasi kebijakan anyar tersebut.

Khusus di Kota Samarinda sebagai ibu kota provinsi, sebanyak 103 unit bank sampah beroperasi aktif mendampingi masyarakat memilah limbah rumah tangga sehari-hari.

Efisiensi Anggaran dan Komitmen Kolektif dari Hulu

Asti menekankan keterlibatan hulu menuntut komitmen kolektif dari semua sektor, mulai dari perumahan, pelaku usaha, sekolah, hingga perguruan tinggi. Hal ini dinilai makin mendesak di tengah adanya efisiensi anggaran pemerintah daerah.

"Sinergi sirkular ini terbukti tidak hanya mengurangi beban volume TPA, melainkan juga mendatangkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat," ungkap dia.

Gaun Daur Ulang dari Samarinda Disewa Karyawan IKN

Salah satu bukti nilai ekonomi dari ekosistem ini datang dari BSU Matahari di Samarinda. Bank sampah tersebut berhasil mendaur ulang sampah plastik menjadi gaun festival yang bernilai jual tinggi.

Busana hasil kreasi daur ulang itu bahkan dilirik dan disewa oleh pihak Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan nilai transaksi mencapai jutaan rupiah.

Program KEMAS: Fondasi Kolaborasi Multisektor

Untuk memperkokoh ekosistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, DLH Kaltim meluncurkan program Kemitraan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Sinergi Pemerintah, Pelaku Usaha/Kegiatan, Bank Sampah dan Masyarakat (KEMAS).

"Program KEMAS menjadi fondasi kuat dalam membangun kolaborasi multisektor demi mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan di Kaltim," kata Asti.

Dengan skema kolaborasi ini, DLH Kaltim optimistis target pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA dapat tercapai, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sirkular di tingkat akar rumput.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks