BONTANG — SPPG Bontang Utara 2 tengah mengkaji ulang komposisi bumbu masakan setelah puluhan siswa dan guru penerima MBG mengeluhkan sakit perut. Penggantian santan dengan kemiri pada menu gulai sayur diduga menjadi biang keladi gangguan kesehatan yang dilaporkan sejak Rabu (5/8/2026) lalu.
Muhammad Rezky mengungkapkan, menu yang sama sebenarnya sudah beberapa kali disajikan tanpa menimbulkan keluhan. Yang membedakan kali ini adalah substitusi santan dengan kemiri dalam jumlah besar.
“Menu itu sebenarnya sudah sering kami gunakan. Hanya saja, kemarin kami mengganti santan dengan kemiri. Kemungkinan penggunaan kemiri juga berlebih, sekitar 10 kilogram untuk bumbu sayur,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Kronologi Laporan: Dari PAUD Al-Hikmah Hingga Koordinasi BGN
Insiden ini pertama kali terdeteksi pada pukul 13.00 Wita ketika PAUD Al-Hikmah melaporkan dua murid dan dua guru mengalami gejala serupa. Informasi tersebut langsung diteruskan ke Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) untuk kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bontang.
Rezky menegaskan bahwa dugaan penggunaan kemiri berlebih ini hanyalah evaluasi internal SPPG dan bukan kesimpulan akhir. Pihaknya menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan yang telah diambil Dinkes untuk menentukan penyebab pasti.
Kondisi Penerima Manfaat dan Respons SPPG
Setelah menerima laporan, tim SPPG langsung mendatangi sejumlah sekolah penerima manfaat dan menjenguk siswa serta guru yang terdampak. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Dinas Kesehatan, seluruh penerima manfaat yang sempat mengalami keluhan kini telah pulih.
“Kami mohon maaf dan kami tentu akan melakukan evaluasi untuk memberikan makanan yang lebih baik,” tutup Rezky.
Dinkes Kota Bontang telah melakukan pemeriksaan sampel makanan MBG dari SPPG Bontang Utara 2 pada keesokan harinya setelah kejadian untuk mengidentifikasi potensi kontaminasi atau ketidaksesuaian bahan pangan.