KALIMANTAN TIMUR — Keputusan Newcastle United menunjuk Matthias Jaissle sebagai pengganti Eddie Howe membawa aroma risiko. Pelatih berusia 38 tahun itu belum pernah merasakan kerasnya kompetisi lima liga top Eropa, dan kini ia dipercaya membangun ulang skuad The Magpies yang kehilangan sejumlah pilar penting.
Dalam pernyataan resmi klub, Rabu (13/8), Jaissle menyebut penunjukannya sebagai "kehormatan luar biasa" dan berkomitmen penuh membawa kesuksesan bagi Newcastle. Ia menekankan filosofi permainan yang mengedepankan kebersamaan, kerja keras, dan intensitas tinggi.
Standar Tinggi Peninggalan Eddie Howe
Howe meninggalkan warisan yang tidak mudah ditandingi. Ia menyelamatkan Newcastle dari degradasi, memutus puasa gelar panjang dengan menjuarai EFL Cup 2025, dan mengantar tim tampil di Liga Champions beberapa kali. Namun, musim lalu menjadi mimpi buruk—Newcastle finis di peringkat 12 dan kehilangan Alexander Isak, Sandro Tonali, serta Anthony Gordon.
Kapten Bruno Guimaraes dikabarkan menyusul hengkang ke Arsenal. Jaissle dituntut memulai siklus baru: mengembangkan pemain muda dan bersaing dengan klub-klub beranggaran besar.
Gaya Melatih: Intensitas Tinggi dan Tegas
Mantan gelandang Salzburg, Zlatko Junuzovic, menggambarkan Jaissle sebagai pelatih yang tidak segan menegur pemain yang bermain setengah hati. "Kami banyak melakukan game internal untuk menjaga intensitas. Jika ada yang tidak memberikan segalanya, ia langsung menegur," ujarnya.
Bek Al-Ahli, Merih Demiral, menambahkan bahwa Jaissle membangun tim pelatih yang solid dan sangat detail dalam persiapan. "Berangkat ke latihan setiap hari terasa penting. Mereka memastikan kami selalu siap total," kata pemain timnas Turki itu.
Rekam Jejak di Austria dan Arab Saudi
Jaissle membawa Red Bull Salzburg meraih dua gelar liga beruntun dan menembus fase gugur Liga Champions 2022. Setelah pindah ke Al-Ahli, ia beradaptasi dengan cepat dan mempersembahkan dua gelar Liga Champions Asia secara beruntun, dengan pertahanan terbaik di Saudi Pro League musim lalu.
Menariknya, Salzburg belum pernah menjuarai liga Austria lagi sejak ditinggalkan Jaissle. Ia juga dikenal berani mengambil keputusan sulit, termasuk menepikan pemain senior seperti Junuzovic demi memberi ruang regenerasi.
Ujian Berat di Premier League
Skuad Newcastle musim ini jauh lebih muda, dengan pemain anyar yang haus belajar. Jaissle masih mengandalkan pemain senior seperti Dan Burn dan Fabian Schar untuk menjaga keseimbangan ruang ganti. Ia tiba di kamp latihan di Spanyol akhir pekan lalu dan langsung bekerja memahami budaya klub.
"Ia akan mencoba memahami budaya dan arti Newcastle bagi komunitasnya secepat mungkin. Itulah yang akan ia pegang," kata seorang sumber internal. Laga perdana melawan Liverpool di St James' Park akan menjadi ujian pertama seberapa cepat Jaissle beradaptasi dengan kerasnya Premier League.