Pencarian

Bulog Targetkan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura, Stok Pemerintah Tembus Rekor 5,3 Juta Ton

Selasa, 14 Juli 2026 • 10:17:31 WIB
Bulog Targetkan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura, Stok Pemerintah Tembus Rekor 5,3 Juta Ton
Bulog menargetkan ekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia dan 10 ribu ton ke Singapura.

KALIMANTAN TIMUR — Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti instruksi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mempercepat negosiasi. Target utama adalah Malaysia dengan volume 200 ribu ton dan Singapura sebanyak 10 ribu ton.

“Kita segera tindak lanjuti atas perintah Bapak Mentan untuk langsung mengejar bola ke Malaysia maupun ke Singapura, untuk tindak lanjuti kepastian harga dan lain sebagainya,” kata Rizal di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Negosiasi Harga dengan Malaysia Masih Terganjal

Rizal mengungkapkan, proses pembahasan dengan Malaysia belum rampung. Pemerintah Malaysia disebut belum siap menerima kunjungan tim Bulog untuk membahas teknis perdagangan.

“Kami belum ke sana karena di sana belum siap. Jadi, kan kita juga nggak mungkin kita ke sana, lah sana belum bisa nerima, kan nggak enak juga. Tapi kami kejar terus supaya mereka siap terima kami sehingga biar ada kepastian deal-nya harganya berapa,” jelas Rizal.

Menurut dia, alasan ketidaksiapan Malaysia merupakan urusan internal negara tersebut. Bulog kini hanya bisa terus menjalin komunikasi sambil menunggu kepastian jadwal pertemuan.

Singapura Jadi Pintu Masuk Simbolis

Berbeda dengan Malaysia, rencana ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura sudah memasuki tahap pembicaraan bilateral. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah bertemu dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu di Jakarta pada Senin (29/6) lalu.

Pengamat Pertanian dari IPB, Prima Gandhi, menilai langkah ini lebih dari sekadar angka. Meski volume ekspor ke Singapura hanya setara 0,03 persen dari total stok akhir tahun yang diproyeksikan mencapai 16,19 juta ton, langkah ini memiliki bobot simbolis besar.

“Rencana ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura secara simbolik bisa menjadi momentum penting untuk mengubah narasi Indonesia dari importir menjadi pemain yang lebih percaya diri di pasar pangan kawasan,” kata Prima kepada ANTARA.

Stok Melimpah, Distribusi Masih PR

Prima menjelaskan, secara kuantitatif stok beras nasional sangat memadai. Stok awal 2026 mencapai 12,53 juta ton, ditambah proyeksi produksi 34,7 juta ton sepanjang tahun ini. Dengan konsumsi nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan, stok akhir tahun diproyeksikan tetap tinggi di angka 16,19 juta ton.

Artinya, rencana ekspor ini tidak akan mengganggu pasokan dalam negeri. Namun, Prima mengingatkan bahwa kecukupan stok tidak hanya soal volume di gudang. Harga beras yang masih tinggi di sejumlah daerah menunjukkan tata kelola distribusi perlu dibenahi.

“Orientasi ekspor yang terlalu agresif berpotensi mengurangi fleksibilitas pemerintah,” ujarnya.

Harga Ekspor Harus Untungkan Petani

Rizal menegaskan, arahan Presiden Prabowo Subianto dalam kebijakan ini sangat jelas: harga ekspor tidak boleh merugikan petani. Keuntungan yang layak bagi petani Indonesia harus menjadi prioritas utama sebelum kesepakatan dagang ditandatangani.

“Kami kejar terus supaya ada kepastian deal-nya harganya berapa,” kata Rizal menekankan.

Jika negosiasi berhasil, ekspor beras ke Malaysia dan Singapura akan menjadi tonggak baru bagi Bulog. Selain memperkuat posisi Indonesia di pasar pangan regional, langkah ini juga membuka peluang bagi petani untuk mendapatkan harga jual yang lebih baik di pasar internasional.

Bagikan
Sumber: bataviapos.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks