BALIKPAPAN — Ratusan personel dan pengurus Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur larut dalam suasana khidmat saat mengikuti prosesi tabur bunga di perairan Balikpapan, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu puncak rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli mendatang.
Upacara diawali di Dermaga Mako Ditpolairud Polda Kaltim. Wakapolda Kaltim, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, bertindak sebagai inspektur upacara. Para Pejabat Utama Polda Kaltim turut hadir dalam prosesi yang berlangsung selama sekitar satu jam tersebut.
Bukan Sekadar Seremoni, Ini Pesan di Balik Tabur Bunga
Kepala Bidang Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rangkaian acara tahunan. Menurutnya, prosesi tabur bunga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai pengabdian kepada seluruh personel Polri.
"Upacara tabur bunga ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan insan Bhayangkara yang telah mendedikasikan hidupnya bagi bangsa dan negara," ujar Kombes Pol Yuliyanto dalam keterangan yang diterima media.
Ia menambahkan, semangat perjuangan para pendahulu harus terus menjadi inspirasi bagi anggota Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Bunga Ditebarkan ke Laut sebagai Simbol Doa
Setelah upacara selesai, rangkaian kegiatan berlanjut dengan tabur bunga di perairan sekitar dermaga. Dengan penuh khidmat, para peserta menebarkan bunga ke laut. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan dan doa bagi para pahlawan bangsa serta pendahulu Polri yang telah gugur dalam pengabdian.
Melalui kegiatan ini, Polda Kaltim meneguhkan komitmen untuk meneruskan semangat juang para pendahulu. Institusi kepolisian di Kalimantan Timur bertekad menghadirkan Polri yang profesional, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat.
Hari Bhayangkara ke-80: Momentum Refleksi bagi Polri
Hari Bhayangkara diperingati setiap 1 Juli, bertepatan dengan hari jadi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Tahun ini, Polri memasuki usia ke-80. Berbagai rangkaian kegiatan digelar di seluruh daerah, termasuk di Kalimantan Timur, sebagai bentuk refleksi dan penguatan peran Polri di tengah masyarakat.