KALIMANTAN TIMUR — Pertandingan di Boston Stadium, Foxborough, Massachusetts, Minggu (14/6/2026) pagi WIB, berjalan sengit sejak menit awal. Skotlandia langsung mengambil inisiatif serangan, namun rapatnya pertahanan Haiti yang disiplin menutup ruang tengah membuat peluang bersih sulit tercipta di 20 menit pertama.
Dominasi Tanpa Gol di Babak Awal, Skotlandia Frustrasi
The Tartan Army mencoba menekan dari berbagai sisi, termasuk memanfaatkan serangan sayap untuk membongkar pertahanan lawan. Haiti bertahan dengan jumlah pemain di belakang bola, membuat Skotlandia kesulitan menemukan celah di area kotak penalti.
Beberapa peluang emas gagal dimanfaatkan, dan frustrasi mulai terlihat di kubu Skotlandia. Baru menjelang pertengahan babak pertama, ritme permainan mulai berubah ketika serangan dari sisi kanan mulai merepotkan pertahanan Haiti.
Menit 27: Gol McGinn yang Mengubah Sejarah
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-27. Berawal dari skema serangan panjang yang langsung diarahkan ke lini depan, umpan silang ke dalam kotak penalti sempat ditepis kiper Haiti. Namun bola liar jatuh tepat ke kaki John McGinn. Dengan kontrol tenang, gelandang Aston Villa itu langsung melepaskan tembakan yang tak mampu dibendung.
Gol tersebut langsung mengubah tempo pertandingan. Haiti yang tertinggal satu gol mulai membuka diri, memberi lebih banyak ruang bagi Skotlandia untuk mengembangkan serangan.
Rekor 44 Tahun yang Terlampaui
Lebih dari sekadar gol pembuka, momen itu mengukuhkan McGinn sebagai pencetak gol tertua Skotlandia di Piala Dunia. Ia memecahkan rekor Kenny Dalglish yang mencetak gol saat menghadapi Selandia Baru pada Piala Dunia 1982 di usia 31 tahun 103 hari.
Data dari Opta mengonfirmasi catatan tersebut: "31-238 - Pada usia 31 tahun 238 hari, John McGinn adalah pemain tertua yang mencetak gol untuk Skotlandia di Piala Dunia FIFA, melampaui Kenny Dalglish (31-103) melawan Selandia Baru pada tahun 1982. Terobosan."
Dampak ke Klasemen dan Laga Selanjutnya
Kemenangan ini memberi Skotlandia modal berharga di Grup C. Tiga poin perdana membuat posisi mereka aman sementara, namun tantangan berat masih menanti di dua laga berikutnya. Konsistensi lini depan dan ketenangan McGinn di momen krusial akan menjadi kunci perjalanan The Tartan Army di turnamen ini.