BALIKPAPAN — Sebuah bangunan di tengah permukiman padat Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, berubah fungsi dalam waktu satu setengah bulan. Dulunya tempat yang kurang terawat dan kerap dijadikan lokasi balap liar serta anak-anak bermain sarung, kini disulap menjadi pusat pelayanan masyarakat.
Gagasan tersebut lahir dari Aiptu Suprapto, Bhabinkamtibmas Kelurahan Muara Rapak. Ia melihat potensi besar di lokasi strategis yang mudah dijangkau warga dari berbagai arah.
Dari Tempat Mangkal Jadi Pusat Pelayanan Warga
"Pada awalnya, tempat ini saya perhatikan kurang rapi dan kurang bersih. Jadi tempat anak-anak perang sarung, nge-lem, malah kadang tempat balap liar," ujar Suprapto.
Alih-alih membiarkan, ia justru menggagas pembangunan Rumah Singgah Bhabinkamtibmas. Konsepnya sederhana: menyediakan ruang bagi warga untuk menyelesaikan masalah tanpa harus ke Polsek atau kantor kelurahan.
"Tempat ini bisa membantu masyarakat apabila ada permasalahan yang bisa kita selesaikan tanpa perlu ke Polsek ataupun ke kelurahan," jelasnya.
Fasilitas yang Masih Disempurnakan
Hingga saat ini, proses pembangunan masih berlangsung. Beberapa bagian yang belum rampung antara lain pemasangan keramik untuk ruang pelayanan masyarakat dan penyempurnaan kamar mandi.
"Pengerjaannya siang malam, siang malam, supaya segera bisa dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Suprapto.
Meski belum selesai sepenuhnya, Rumah Singgah ini sudah masuk dalam penilaian Lomba Tiga Pilar Kamtibmas tingkat nasional. Pada Rabu (10/6/2026), tim supervisi dari Direktorat Binmas Polda Kaltim turun langsung mengecek kesiapan program.
Dukungan Lintas Unsur dan Harapan ke Depan
Ide pembangunan rumah singgah tidak muncul begitu saja. Suprapto mengaku gagasan itu dibahas bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah kelurahan, Babinsa, hingga jajaran kepolisian setempat.
Rumah singgah nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengaduan. Warga juga bisa berkonsultasi soal pelayanan, sosialisasi, hingga persoalan hukum. Selain itu, tempat ini disiapkan sebagai titik kumpul berbagai organisasi kemasyarakatan di kelurahan.
"Apabila ada masyarakat yang ingin menanyakan terkait pelayanan, sosialisasi maupun hukum, itu bisa kita jelaskan di sini," ungkap Suprapto.
Keberadaan fasilitas ini menjawab kebutuhan warga akan lokasi pelayanan yang lebih dekat. Selama ini, penyelesaian masalah harus dibawa ke Polsek yang memerlukan transportasi dan waktu perjalanan.
Dengan menjadi wakil Polda Kaltim di tingkat nasional, inovasi ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi kelurahan lain di Indonesia. Suprapto optimistis pembangunan bisa segera rampung agar rumah singgah bisa segera difungsikan.