Telin Perluas Jaringan ke Mesir-Prancis, Teken 4 Kerja Sama di BATIC 2026

Penulis: Aditya Nugraha  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:50:02 WIB
Telin menandatangani empat kerja sama dengan mitra global pada BATIC 2026 di Bali, termasuk perluasan jaringan ke Mesir dan Prancis.

KALIMANTAN TIMUR — Rangkaian kerja sama yang diteken di Nusa Dua, Bali, itu melibatkan mitra dari berbagai lini bisnis. Selain PEACE Cable International Network, Telin juga menggandeng TM Forum untuk transformasi arsitektur digital, serta SM+ dan PT Graha Telekomunikasi Indonesia (GTI) dari Remala Group—bagian dari Djarum Group—untuk integrasi konektivitas dan pusat data.

CEO Telin Abdul Rahman Ansyori menegaskan bahwa membangun kapabilitas global saat ini tidak lagi sekadar memperluas jaringan fisik. Menurutnya, yang lebih krusial adalah kemampuan menghubungkan berbagai teknologi, platform, dan pemain dalam satu ekosistem untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan.

“Empat kerja sama yang terjalin di BATIC 2026 merefleksikan pendekatan itu. Kami ingin terus berada di titik temu berbagai kapabilitas untuk membuka ruang pertumbuhan baru bagi Telin, TelkomGroup, dan para partner,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (29/8/2026).

Tambahan Kapasitas 1,4 Tbps untuk Rute Asia-Afrika-Eropa

Salah satu kesepakatan paling signifikan adalah Letter of Intent (LOI) antara Telin in Singapore dan PEACE Cable International Network. Keduanya sepakat menambah sumber daya konektivitas sekitar 1,4 Tbps pada sejumlah rute strategis yang membentang dari Asia, Afrika, hingga Eropa.

Penandatanganan dilakukan CEO Telin in Singapore Indarto dan CEO PEACE Sun Xiaohua. Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup penyediaan dark spectrum resources yang menghubungkan Mesir dan Prancis, plus kapasitas end-to-end lintas Mesir.

Ekspansi ini bukan tanpa alasan. Kebutuhan international bandwidth terus meroket seiring masifnya adopsi layanan cloud, pertumbuhan data center, dan pengembangan aplikasi berbasis AI di berbagai pasar. Dengan tambahan rute ini, Telin berharap bisa menyediakan konektivitas yang lebih andal dan efisien antar pusat-pusat ekonomi digital dunia.

Adopsi Arsitektur Terbuka ala TM Forum

Di sisi lain, Telin menandatangani Open API & Open Digital Architecture (ODA) Manifesto bersama TM Forum. Langkah ini merupakan komitmen Telin untuk mengadopsi standar arsitektur perangkat lunak yang lebih terbuka dan interoperabel.

Chief Technology Officer Telin Wahyudi Chandra Purnama dan CTO TM Forum George Glass membubuhkan tanda tangan dalam seremoni tersebut. Bagi Telin, adopsi ODA adalah bagian dari perjalanan "Road to ODA" untuk menyelaraskan kapabilitas teknologi dengan standar industri global.

Chief of Product Telin Azmal Yahya menjelaskan, penerapan arsitektur terbuka ini akan menyederhanakan integrasi sistem dan memperluas ruang kolaborasi. “Ini juga menegaskan Teliners merupakan bagian dari komunitas inovasi terbaik dunia yang didukung TM Forum,” katanya.

George Glass menyambut baik langkah Telin tersebut. Menurutnya, standar terbuka dan interoperabilitas menjadi kunci bagi operator telekomunikasi untuk tetap gesit di tengah perubahan teknologi yang cepat.

Sinergi dengan Djarum Group untuk Integrasi Data Center

Dua kerja sama lainnya berupa Memorandum of Understanding (MoU) dengan SM+ dan PT Graha Telekomunikasi Indonesia (GTI). Kedua entitas ini berada di bawah naungan Remala Group, bagian dari Djarum Group.

Kolaborasi ini menyasar integrasi kapabilitas konektivitas dan data center. Dengan menggabungkan kekuatan jaringan internasional Telin dan infrastruktur data center milik GTI, kedua pihak diharapkan bisa menawarkan solusi digital end-to-end yang lebih kompetitif di pasar regional.

Secara keseluruhan, empat kemitraan di BATIC 2026 ini menjadi sinyal bahwa Telin tidak hanya bermain di bisnis konektivitas tradisional. Perusahaan sedang bertransformasi menjadi penyedia solusi ekosistem digital terintegrasi—dari jaringan, platform, hingga infrastruktur data—untuk bersaing di kancah global.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top