Jasa Marga Integrasikan 3 Pilar Layanan, Targetkan Pengalaman Perjalanan Lebih Baik

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:52:01 WIB
Dirut Jasa Marga Rivan A. Purwantono memaparkan integrasi tiga pilar layanan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan pengguna jalan tol.

KALIMANTAN TIMUR — Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa penguatan ini selaras dengan arahan Danantara Indonesia. "Kami ingin mendorong transformasi peradaban melalui pergeseran dari infrastructure menjadi infraculture, dengan mengubah paradigma yang semula berfokus pada pengembangan jalan tol sebagai aset infrastruktur menuju budaya pelayanan terbaik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026).

Menjaga Kualitas Jalan dan Keselamatan Pengguna

Pada pilar preservasi, Jasa Marga mengembangkan sistem bernama TROOPS (Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System) yang didukung perangkat Hawkeye. Teknologi ini memungkinkan identifikasi kondisi infrastruktur jalan secara dini, sehingga proses pelaporan dan perbaikan bisa dilakukan lebih responsif dan terstandar.

Perhatian khusus juga diberikan pada penanganan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL). Jasa Marga berkolaborasi intensif dengan Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri untuk mengintegrasikan sistem Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) dengan Weigh In Motion (WIM) dan RFID Reader. Integrasi ini merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap target Zero ODOL 2027.

Rest Area: Dari Tempat Transit Menjadi Destinasi

Pilar kedua adalah transformasi rest area. Jasa Marga mengembangkan sejumlah showcase rest area melalui penataan kawasan, rejuvenasi fasilitas, dan penguatan UMKM. Fasilitas pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga ditambah untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna kendaraan listrik.

Pengelolaan sampah (waste management) dan pengembangan kawasan hutan kota (urban forest area) turut diterapkan. Langkah ini diarahkan untuk mengubah rest area dari sekadar tempat singgah menjadi area destinasi yang modern dan nyaman, sekaligus memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Informasi Real Time Melalui JMTC dan Travoy

Pilar ketiga berfokus pada layanan informasi. Jasa Marga mengoptimalkan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Bekasi, Jawa Barat, sebagai pusat integrasi data lalu lintas dan kondisi jalan secara real time. Data ini digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan operasional dan penyampaian informasi kepada pengguna.

Ekosistem informasi ini diperkuat melalui aplikasi Travoy dan Radio Travoy FM. Senior Director Transportation Sector PT Danantara Asset Management (DAM), Wamildan Tsani Panjaitan, mengapresiasi kelengkapan fitur Travoy. Namun, ia mendorong Jasa Marga untuk terus memperluas kanal penyampaian informasi agar aksesnya lebih inklusif, mengingat belum seluruh pengguna jalan memanfaatkan aplikasi tersebut.

Wamildan menegaskan bahwa keberhasilan Jasa Marga tidak hanya diukur dari pertumbuhan traffic atau pendapatan tol. "Tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan pengguna, antara lain kondisi jalan yang terjaga, perjalanan yang semakin lancar, keselamatan pengguna yang semakin terjamin, serta kemampuan mengantisipasi dan menangani gangguan secara cepat," tuturnya saat kunjungan ke JMTC, Rabu (26/8/2026).

Transformasi ini menjadi pijakan Jasa Marga untuk tidak hanya menjadi penyedia infrastruktur, tetapi juga penghadir layanan yang terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan pengguna jalan tol di Indonesia.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top