BALIKPAPAN — Kondisi cuaca panas dan kering yang melanda Kota Balikpapan mendorong Dinas Kesehatan Kota (DKK) untuk mengeluarkan imbauan kesehatan bagi masyarakat. Warga diminta lebih disiplin dalam menjaga kondisi tubuh agar tidak mengalami gangguan kesehatan akibat paparan sinar matahari dan udara kering.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiyati, menyatakan bahwa suhu udara yang tinggi dalam durasi lama dapat memengaruhi kondisi fisik. Aktivitas di luar ruangan yang berlebihan membuat tubuh kehilangan banyak cairan, terlebih jika tidak diimbangi asupan air putih yang cukup.
DKK Balikpapan menekankan pentingnya meningkatkan konsumsi air putih selama periode cuaca panas ini. Langkah sederhana tersebut dinilai krusial untuk menjaga tubuh tetap bugar dan terhindar dari risiko dehidrasi.
“Konsumsi air putih lebih intens lagi supaya lebih sehat,” ujar Alwiyati, Minggu (23/8/2026).
Selain itu, masyarakat diminta untuk menyesuaikan jadwal aktivitas. Membatasi kegiatan di luar ruangan, terutama saat suhu berada di titik tertinggi, menjadi salah satu langkah pencegahan yang disarankan.
Musim kering tidak hanya membawa persoalan suhu panas, tetapi juga meningkatkan partikel debu di udara. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi pengguna kendaraan bermotor yang setiap hari beraktivitas di jalanan.
Alwiyati meminta pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, untuk mengenakan masker selama berkendara. Langkah ini untuk mengurangi jumlah debu yang terhirup sepanjang perjalanan.
“Bagi pengendara kendaraan bermotor, terutama roda dua, sebaiknya menggunakan masker. Karena pada musim kering ini debu juga meningkat, kemudian suhu di luar ruangan juga tinggi sekali,” jelasnya.
Meski debu meningkat, DKK Balikpapan memastikan kualitas udara di Kota Balikpapan saat ini masih berada dalam rentang aman. Pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Apabila terjadi peningkatan pencemaran yang signifikan, dinas terkait akan segera menerbitkan rilis resmi untuk menyampaikan peringatan kewaspadaan kepada masyarakat.
“Untuk kualitas udara saat ini masih dalam rentang yang aman. Kalau terjadi peningkatan, dinas terkait akan melakukan rilis untuk menyampaikan kewaspadaan terkait kualitas udara. Tapi saat ini masih cukup baik,” pungkasnya.
Alwiyati berharap masyarakat tidak mengabaikan kondisi cuaca dan tetap menerapkan langkah perlindungan sederhana, seperti mencukupi kebutuhan air, menggunakan masker saat berkendara, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika suhu udara sedang tinggi.