Pencarian

Dispar Kaltim Tanam 75 Fragmen Karang di Pulau Miang Kutim, Pakai Metode MARRS untuk Edukasi Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 • 17:34:01 WIB
Dispar Kaltim Tanam 75 Fragmen Karang di Pulau Miang Kutim, Pakai Metode MARRS untuk Edukasi Warga
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, memasang modul transplantasi karang di dasar laut dekat dermaga Pulau Miang, Kutai Timur.

SANGATTA — Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, turun langsung memasang modul transplantasi di dasar laut dekat dermaga Pulau Miang. Kegiatan ini melibatkan Yekhalis Scuba School, Pokdarwis setempat, akademisi Universitas Mulawarman, hingga insan pers dengan pembiayaan swadaya.

Metode yang digunakan adalah Mars Accelerated Coral Reef Restoration System (MARRS) dengan media modul reefstar atau mars spider. Jenis karang yang ditanam berasal dari genus Acropora dan Pocillopora, sebagaimana disampaikan perwakilan Yekhalis Scuba School, Auliansyah.

Percontohan Langsung untuk Masyarakat Pesisir

Faisal menjelaskan, penanaman ini sengaja dilakukan di area sekitar dermaga agar mudah dilihat dan dicontoh warga. "Tidak banyak memang, hanya lima modul mars spider kemudian diletakkan 75 fragmen karang yang sengaja kami pasang bersama-sama di dermaga sebagai edukasi kepada masyarakat," terangnya.

Pemasangan diawali langsung oleh Kadispar Muhammad Faisal, kemudian dilanjutkan Auliansyah dari Yekhalis Scuba School, Aldi dari Pokdarwis, Muchlis mewakili akademisi Unmul, serta Suriyatman dari perwakilan media.

Mengapa Transplantasi Karang Butuh Waktu Lama?

Faisal mengingatkan bahwa pertumbuhan terumbu karang cabang hasil transplantasi membutuhkan waktu sekitar 3–5 tahun untuk menjadi terumbu mini fungsional. Lebih dari 10 tahun diperlukan untuk membentuk ekosistem alami yang stabil.

"Atas kolaborasi Dispar Kaltim, Yekhalis Scuba School, Pokdarwis, Media Kaltim dengan pembiayaan swadaya kami laksanakan transplantasi karang ini, sebagai upaya edukasi kepada pokdarwis dan masyarakat serta pelestarian untuk generasi masa depan," ungkap Faisal.

Prasasti Dipasang untuk Kontrol dan Evaluasi Jangka Panjang

Sebagai langkah pengawasan, Dispar Kaltim menempatkan prasasti khusus di titik penanaman. "Sebagai penanda kami juga memasang prasasti di akhir kegiatan, sehingga memudahkan kami untuk melakukan kontrol dan evaluasi kegiatan ini di waktu yang akan datang," kata Faisal.

Ia menegaskan pentingnya kesadaran kolektif para pengunjung dan masyarakat lokal dalam merawat biota laut yang laju pertumbuhannya sangat lambat. "Tentu mari sama-sama kita terus mengedukasi para wisatawan dan masyarakat sekitar untuk menjaga kelestarian terumbu karang ini," pesannya.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: adakah.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks