3 Strategi KDEKS Kaltim Jadikan Benua Etam Pusat Ekonomi Syariah Indonesia Timur

Penulis: Endra Sanjaya  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 23:00:41 WIB
Muhammad Edwin membuka Kaltim Halal Festival 2026 sebagai bagian dari penguatan ekonomi syariah di Kaltim.

SAMARINDA — Direktur Manajemen Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kaltim, Muhammad Edwin, menegaskan kesiapan daerahnya untuk memimpin pertumbuhan ekonomi syariah nasional. Posisi strategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara dinilai menjadi modal kuat untuk mengakselerasi industri halal di berbagai sektor unggulan.

Edwin menyebut perkembangan industri halal di Kaltim terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Hal ini dibuktikan dengan raihan penghargaan Indonesia Halal Industry Award 2025 yang menjadi pelecut bagi para pelaku usaha lokal.

Fokus Penguatan Ekosistem Halal dan Sertifikasi UMKM

KDEKS Kaltim telah memetakan beberapa langkah konkret untuk memperkuat struktur ekonomi syariah daerah. Prioritas pertama adalah penguatan ekosistem halal melalui dorongan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di seluruh kabupaten dan kota.

Selain sertifikasi, pengembangan kawasan industri halal dan optimalisasi rantai pasok produk unggulan daerah menjadi agenda mendesak. Sektor-sektor seperti pertanian, peternakan, kuliner, hingga fashion muslim akan diintegrasikan agar memiliki daya saing yang lebih tinggi.

“Diharapkan tidak hanya menjadi ajang penghargaan tetapi juga motivasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus meningkatkan daya saing dan kualitas produk di Kaltim,” ujar Edwin saat membuka Kaltim Halal Festival 2026 di Islamic Center Samarinda, Jumat malam (8/5/2026).

Akselerasi Keuangan Syariah dan Literasi Digital

Langkah kedua mencakup akselerasi keuangan syariah melalui peningkatan literasi dan inklusi. KDEKS memperluas kolaborasi dengan perbankan syariah, koperasi syariah, Baitul Maal wat Tamwil (BMT), hingga perusahaan fintech syariah untuk menjangkau masyarakat luas.

Dalam upaya memperkuat transparansi dan akurasi kebijakan, KDEKS juga tengah menyiapkan infrastruktur data digital. Pihaknya berencana meluncurkan pusat data ekonomi syariah berbasis website dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan nanti kita juga akan menyaksikan launching website KDEKS karena kita membutuhkan data center dari seluruh stakeholder yang berkaitan dengan ekosistem syariah,” tuturnya.

Infrastruktur digital ini nantinya akan memuat roadmap ekonomi syariah daerah serta hasil kajian mengenai dampak pembangunan IKN terhadap peta jalan ekonomi syariah di Kalimantan Timur.

Pengembangan Wisata Ramah Muslim melalui Kala Fest

Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis syariah menjadi pilar ketiga dalam strategi KDEKS. Pemerintah daerah berupaya menjadikan Kaltim sebagai destinasi wisata ramah muslim yang unggul, salah satunya melalui penyelenggaraan event rutin seperti Kala Fest.

Edwin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia atas sinergi yang terjalin selama ini dalam membangun ekosistem ekonomi syariah. Ia percaya kolaborasi lintas sektor melalui forum investasi syariah dan pendampingan wirausaha muda berbasis masjid akan mempercepat pencapaian target daerah.

“Dengan sinergi yang solid dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan, insyaallah kita optimistis mampu menggerakkan ekonomi syariah sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: editorialkaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top