KALIMANTAN TIMUR — Juru bicara Toyota membenarkan penundaan tersebut pada Juli lalu. Perusahaan menyebut butuh waktu tambahan untuk melakukan "penyesuaian tambahan pada kendaraan sebelum peluncuran," tanpa merinci apa yang dimaksud. Highlander EV kini dijadwalkan meluncur sebagai model tahun 2028, bukan 2026 seperti rencana semula.
Produksi Highlander Bensin Berhenti Desember 2026
Toyota menyatakan akan terus memproduksi Highlander 2026 bermesin bensin dan hybrid hingga Desember. Setelah itu, tidak ada perpanjangan atau peningkatan output. Pemasok diminta "bekerja menuju volume yang ditetapkan," sinyal bahwa Toyota tidak akan menambah produksi model lama.
Konsekuensinya, persediaan Highlander di dealer diperkirakan menipis selama beberapa bulan. Hingga 10 September, stok nasional hanya cukup untuk sekitar 20 hari penjualan.
Dampak ke Target Penjualan Toyota di AS
Penjualan Toyota di Amerika Serikat naik 0,4 persen hingga Agustus. Kekosongan Highlander berpotensi mengganggu capaian tersebut, meski belum ada angka pasti berapa besar dampaknya.
Dealer juga menghadapi keterbatasan stok RAV4 generasi baru. Toyota masih berupaya meningkatkan produksi SUV kompak itu.
Steve Gates, pemilik Gates Auto Family di Kentucky, mengakui absennya Highlander akan menyulitkan dealer. "Akan sulit," ujarnya, meski penundaan hanya sementara.
Subaru Getaway Ikut Tertunda
Subaru Getaway yang menggunakan platform sama dan dirakit berdampingan dengan Highlander EV di Kentucky juga mundur. Peluncurannya kini dijadwalkan paling cepat kuartal pertama 2027.
Spesifikasi Highlander EV Saat Meluncur Nanti
Saat resmi dijual sebagai model 2028, Highlander EV akan tersedia dalam dua varian: Limited dan XLE. Pilihan penggerak mencakup front-wheel drive dan all-wheel drive.
- Baterai 77 kWh: jangkauan hingga 287 mil (sekitar 462 km)
- Baterai 95,8 kWh: jangkauan hingga 320 mil (sekitar 515 km) untuk versi FWD
- Konfigurasi tiga baris, kapasitas hingga tujuh penumpang
- Sistem Audio Multimedia Toyota dengan Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel
- Panel instrumen digital 12,3 inci dan layar infotainment sentuh 14 inci
Highlander EV akan menjadi kendaraan listrik keempat Toyota di lini AS, menyusul bZ, C-HR, dan bZ Woodland.
Bayang-bayang Masalah bZ4X
Toyota tidak menjelaskan alasan spesifik penundaan ini. Namun pengamat industri menduga perusahaan ingin menghindari terulangnya kasus bZ4X, EV pertama Toyota yang terkena stop-sale dan recall darurat pada 2022 akibat masalah yang bisa membuat roda lepas.
Versi bZ terbaru yang diperbarui untuk 2026 disebut jauh lebih baik dan telah menjadi salah satu EV terlaris di AS sejak dijual. Namun penundaan Highlander EV memberi rival seperti Hyundai IONIQ 9 dan Kia EV9 waktu lebih panjang merebut pangsa pasar di segmen SUV listrik tiga baris.