KALIMANTAN TIMUR — Bagi pencinta kopi, mengenal asal-usul biji dan proses pengolahannya jadi nilai tambah sebelum menyeruput secangkir kopi single origin. Berikut empat keistimewaan biji kopi Gunung Puntang yang perlu kamu tahu.
Warisan Tanaman Kopi Sejak Zaman Belanda
Tanaman kopi di Gunung Puntang ditanam di ketinggian 1.000 mdpl. Konon, asal-usulnya berasal dari zaman Belanda sekitar tahun 1700-an. Bibitnya dikaitkan dengan tanaman kopi yang pernah tumbuh di Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, seperti dikutip dari Perhutani.co.id.
Ada tiga kategori biji kopi yang dibudidayakan di sini: arabika, robusta, dan red bourbon. Jenis yang paling populer adalah arabika red bourbon karena rasanya yang kaya.
Diakui Dunia Lewat Penghargaan SCAA 2016
Biji kopi Gunung Puntang bukan cuma dikenal lokal. Pada 2016, biji kopi ini pernah meraih penghargaan dari Specialty Coffee Association of America (SCAA) Expo di Atlanta, Amerika Serikat, seperti dikutip dari Puntang Coffee.
Kopi yang mendapatkan penghargaan kelas dunia itu ditanam oleh Ayi Sutedja Soemali, seorang petani dari perkebunan kopi di Gunung Puntang. Ayi menceritakan kalau biji kopi tersebut merupakan hasil panen pertama dari kebunnya, seperti dikutip dari Sustainable Coffee Platform Indonesia.
Sebelum terbang ke Amerika, biji kopi ini lebih dulu ikut serta dalam Jakarta International Expo 2015. Saat itu, biji kopi tersebut berhasil meraih nilai tinggi, yaitu 85,3.
Cita Rasa Fruity dari Buah Lokal
Proses pengolahan biji kopi Gunung Puntang dilakukan secara higienis dan selektif. Hasilnya, cita rasa yang muncul pun nikmat dan konsisten.
Karakteristik yang dihadirkan cukup kuat dengan sensasi sedikit asam. Dari sisi aroma, biji kopi lokal satu ini punya sensasi fruity dari buah-buahan lokal.
Kamu bisa menemukan aroma campuran jambu biji, pisang, nangka, dan buah berry. Kombinasi ini menghadirkan karakteristik rasa manis alami yang cocok dengan lidah orang Indonesia.
Harga Jual dan Cara Membeli
Kualitas tinggi membuat biji kopi ini dibanderol dengan harga jual yang tinggi pula. Beberapa tahun lalu, harganya sempat meroket ke angka Rp 750.000 per kilogram.
Harga tersebut terjual dalam acara lelang pada SCAA Expo 2016. Kini harganya berkisar di angka Rp 350.000 per kilogram.
Untuk mendapatkannya, kamu bisa membeli langsung melalui situs resmi di puntang.coffee/shop. Informasi ketersediaan stok dan harga terkini sebaiknya dikonfirmasi langsung ke penjual sebelum melakukan pemesanan.