Pencarian

Target 100 GW Dikebut Jadi 3 Tahun, Pemerintah Siapkan 250 Bendungan untuk PLTS Apung

Kamis, 03 September 2026 • 12:24:01 WIB
Target 100 GW Dikebut Jadi 3 Tahun, Pemerintah Siapkan 250 Bendungan untuk PLTS Apung
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan percepatan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp menjadi tiga tahun dalam acara Indo EBTKE ConEx and Exhibition di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

KALIMANTAN TIMUR — JAKARTA - Pemerintah mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 Gigawatt peak (GWp). Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memastikan tenggat waktu pelaksanaan proyek mundur menjadi 2026-2028, lebih cepat satu tahun dari rencana awal.

Bendungan Jadi Andalan Baru

Strategi utama percepatan ini adalah pemanfaatan bendungan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah memetakan lebih dari 250 bendungan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia yang berpotensi menjadi lokasi pemasangan PLTS.

Potensi kapasitas dari ratusan bendungan tersebut ditaksir mencapai 43 gigawatt (GW). Skema yang digunakan adalah PLTS terapung atau floating solar.

Percepatan Eksekusi di Lapangan

Yuliot menegaskan percepatan ini merupakan instruksi langsung Presiden. "Pelaksanaan kegiatan itu ada percepatan. Yang disampaikan oleh Bapak Presiden kan menjadi tiga tahun. Tadinya kan kita merencanakan sekitar empat tahun," ujarnya di sela acara Indo EBTKE ConEx and Exhibition ke-12 di JIExpo Kemayoran, Rabu (2/9/2026).

"Jadi, ini pelaksanaan kegiatan 2026, 2027, 2028," tambah Yuliot. Langkah ini diambil untuk memperluas pengembangan energi surya secara masif di tengah target transisi energi nasional.

Dengan inventarisasi bendungan yang matang, pemerintah optimistis eksekusi proyek berjalan cepat. Pemetaan awal ini menjadi fondasi untuk mengejar target ambisius bauran energi baru terbarukan (EBT) menuju 2030.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks