Pencarian

Sara Bareilles Rilis Album 'Good Grief', Olah Duka Jadi Karya yang Menghangatkan

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 08:50:31 WIB
Sara Bareilles Rilis Album 'Good Grief', Olah Duka Jadi Karya yang Menghangatkan
Sara Bareilles tampil membawakan lagu dari album terbarunya, "Good Grief", yang dirilis setelah tujuh tahun vakum dari industri musik.

KALIMANTAN TIMUR — Setelah tujuh tahun vakum dari industri musik, penyanyi-penulis lagu Sara Bareilles akhirnya memecah keheningan. "Good Grief" bukan sekadar album comeback, melainkan sebuah perjalanan personal yang mendalam. Alih-alih menghindari topik berat, pelantun "Brave" ini justru menyelami rasa duka secara langsung, menjadikannya album yang jujur dan menyentuh.

Duka di Balik 13 Lagu Baru

Album ini lahir dari kesedihan paling nyata dalam hidup Bareilles: kepergian sahabat dekatnya, Chad Joseph, yang juga mantan manajer turnya, akibat kanker. Namun, sang diva tidak mengemasnya dalam balada sendu yang monoton. Ia justru merayakan kenangan dan menemukan kegembiraan di tengah duka, sebuah pendekatan yang jarang ditemukan dalam album bertema kehilangan.

Di awal album, lagu "Just Kids" menjadi persembahan paling personal untuk Chad. Liriknya yang pahit-manis, seperti "You never got to get married and I hate where you're buried," disampaikan dengan cara yang justru terasa eksentrik dan penuh semangat. Bahkan, terdapat momen meta di mana ia menggambarkan dirinya menyanyikan lagu itu sebagai pesan suara di tengah jalan, tak peduli tatapan orang asing.

Album yang Menolak Jadi Muram

Salah satu kejutan terbesar dari "Good Grief" adalah bagaimana album ini menolak menjadi perjalanan yang melelahkan. Lagu pembuka "Home" mengutip percakapan Stephen Colbert dan Anderson Cooper tentang duka, menyoroti bagaimana kesedihan sering kali disembunyikan dalam keluarga. Sementara itu, "Still Crying" yang diproduseri Aaron Dessner, justru diaransemen seperti lagu doo-wop tempo waltz yang terdengar romantis, dengan referensi vokal ala Roy Orbison.

Variasi genre dan suasana membuat album ini kaya akan kejutan. Ada "Nervous Breakdown" yang dikemas sebagai jazz shuffle semi-komedi yang ceria, lengkap dengan double bass dan piano. Lalu ada "Say Leave", sebuah balada perpisahan yang menghancurkan hati, meskipun Bareilles sendiri baru saja menikah. Ia juga menyisipkan kritik sosial melalui "Hands Off My Body" yang dramatis dan "Heartland", sebuah balada patriotik yang penuh harapan.

Lebih dari Sekadar Album Duka

"Good Grief" juga menyentuh isu-isu pribadi lainnya. "Ladies in Line" berbicara tentang perjuangan menjalani program bayi tabung (IVF) yang pernah ia alami. Lagu ini menjadi salah satu momen paling rentan dalam album, menunjukkan bahwa duka tidak selalu tentang kematian, tetapi juga tentang harapan yang tertunda.

Dengan produksi yang apik dan vokal mezzo-soprano khasnya yang seperti malaikat, Bareilles berhasil membuktikan bahwa album bertema berat pun bisa terasa ringan dan membangkitkan semangat. "Good Grief" hadir sebagai pengingat bahwa kesedihan dan kebahagiaan bisa berjalan beriringan, dan musik adalah ruang aman untuk merayakan keduanya.

Album ini menjadi penanda kembalinya salah satu suara paling kuat di industri musik pop, sekaligus menunjukkan bahwa setelah sekian lama, Sara Bareilles masih mampu berkomunikasi dengan pendengarnya secara otentik dan menyentuh.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: variety.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks