PENAJAM — Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat luasan lahan yang terbakar mencapai 1.330,23 hektare, sementara sisanya merupakan kawasan hutan seluas 32,84 hektare dan kebun 30,71 hektare. Angka ini menjadi perhatian serius karena beberapa titik kebakaran berada di sekitar kawasan inti IKN.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, karhutla di Kaltim tercatat 124 kejadian dengan luas terdampak 232,98 hektare. Memasuki Agustus, intensitas kebakaran meningkat hampir tiga kali lipat, dengan 346 kejadian dan luas lahan terbakar mencapai 1.160,80 hektare hanya dalam kurun waktu 24 hari.
Kabupaten Paser Catat Kejadian Terbanyak, PPU Jadi Sorotan
Kabupaten Paser menjadi daerah dengan jumlah karhutla tertinggi di Kaltim, yakni 121 kejadian dengan luas terdampak 294,83 hektare. Disusul Samarinda dengan 80 kejadian seluas 101,71 hektare, serta Kutai Barat yang mencatat 73 kejadian dengan luas 349,17 hektare.
Khusus di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang menjadi lokasi utama IKN, tercatat 42 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak 41,07 hektare. Meski luasannya lebih kecil dibanding daerah lain, status PPU sebagai penyangga ibu kota baru membuat penanganannya menjadi prioritas.
Kepala BPBD PPU: Peningkatan Dipicu Kondisi Cuaca
Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila menyebut peningkatan kejadian karhutla mulai terlihat sejak Juli hingga Agustus 2026. Kondisi cuaca menjadi faktor utama yang memicu meluasnya kebakaran di wilayah tersebut.
"Kalau di PPU memang sampai saat ini dari mulai Juli sama Agustus memang terjadi peningkatan, sesuai dengan kondisi cuaca," kata Nurlaila, Selasa (25/8/2026).
Penanganan karhutla di PPU dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Setiap laporan titik panas atau hotspot yang terpantau langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan ke lapangan.
"Kalau ada hotspot yang terpantau langsung dilakukan ground check," ujarnya.
Warga Diminta Lapor Via 112, Petugas Pastikan Penanganan Terkendali
BPBD PPU mengimbau masyarakat segera melaporkan jika menemukan kebakaran melalui layanan darurat 112, pemadam kebakaran, maupun kantor BPBD. Langkah ini ditempuh agar petugas dapat bergerak lebih cepat memadamkan api sebelum meluas.
Nurlaila memastikan seluruh kejadian karhutla di PPU sejauh ini masih dapat ditangani oleh petugas gabungan. "Belum ada yang tidak bisa ditangani sampai sejauh ini, alhamdulillah semua masih bisa ditangani secara kolaboratif," katanya.
Hingga kini belum ada laporan mengenai dampak asap yang masuk ke kawasan inti IKN. Meski demikian, petugas gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah penyangga serta titik-titik kebakaran di sekitar kawasan ibu kota baru.