Pencarian

Perusda BKS Kaltim Teken MoU dengan PT Pupuk Kaltim, Targetkan Suntikan PAD Lewat Bisnis Baru

Senin, 24 Agustus 2026 • 18:40:31 WIB
Perusda BKS Kaltim Teken MoU dengan PT Pupuk Kaltim, Targetkan Suntikan PAD Lewat Bisnis Baru
Direktur Utama Perusda BKS Kaltim, Nidya Listyono, dan Direktur Utama PT Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, menandatangani nota kesepahaman kerja sama di Jakarta, Senin (24/8/2026).

JAKARTA — Perusda Bara Kaltim Sejahtera (BKS) tidak ingin berhenti pada seremoni penandatanganan kerja sama. Direktur Utama BKS, Nidya Listyono, memastikan pihaknya segera menindaklanjuti nota kesepahaman dengan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menjadi bentuk usaha riil yang bisa menambah pundi-pundi kas daerah.

Nidya menyebut, ruang kolaborasi antara Pemprov Kaltim dan PKT sudah terbuka lebar. Kini tinggal bagaimana BKS sebagai badan usaha milik daerah bisa memetakan sektor mana yang paling cepat dieksekusi dan menguntungkan.

"Pemerintah Provinsi Kaltim sudah bekerja sama dengan PKT dan insyaAllah dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan action untuk beberapa kerja sama yang mungkin kita bisa jajaki dan laksanakan," ujar Nidya, Senin (24/8/2026).

BKS Incar Sektor Usaha Baru di Luar Bisnis Lama

Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi BKS untuk tidak lagi bergantung pada lini usaha yang sudah berjalan. Perusahaan pelat merah itu ingin menjadikan kemitraan dengan BUMN sebagai batu loncatan pertumbuhan bisnis baru.

Keuntungan dari ekspansi ini pada akhirnya diharapkan bisa memperbesar kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah Kaltim. Semakin banyak sektor yang digarap, semakin besar pula potensi setoran ke kas pemprov.

Penandatanganan MoU di Jakarta itu turut dihadiri Direktur Utama PKT Rafli Yandra dan Komisaris H. Azis Samual. Dari kubu BKS, Nidya Listyono hadir mewakili perusahaan.

Ketua Forum BUMD Dorong Ekspansi Masif ke Semua Perusda

Nidya tidak hanya berbicara untuk perusahaannya sendiri. Sebagai Ketua Forum Komunikasi BUMD Kaltim, ia mendorong seluruh badan usaha milik daerah di provinsi ini untuk aktif memburu peluang kemitraan, baik dengan BUMN maupun swasta.

Menurutnya, BUMD tidak boleh pasif menunggu arahan. Mereka harus bergerak mencari celah pasar dan membangun jaringan yang bisa mendatangkan pendapatan.

"Saya selaku Ketua Forum BUMD Kaltim akan mendorong semua BUMD untuk bisa membuka kerja sama dan bisa berbisnis untuk mendapatkan PAD untuk Kaltim," pungkasnya.

Dukungan Gubernur Jadi Modal Perluas Jaringan

Nidya mengapresiasi sikap Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yang terus membuka akses bagi BUMD untuk berkolaborasi dengan perusahaan besar. Dukungan politik dan administratif dari orang nomor satu di Kaltim ini dinilai menjadi modal penting bagi BUMD untuk meyakinkan calon mitra bisnis.

Pemprov Kaltim memastikan dukungan terhadap berbagai bentuk kemitraan antara BUMD, PKT, dan perusahaan lainnya. Pemerintah berharap kolaborasi tersebut mampu menciptakan kegiatan usaha yang saling menguntungkan dan berdampak langsung pada peningkatan PAD.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan berkelanjutan, tidak berhenti pada satu proyek saja. Dengan begitu, posisi BUMD sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus instrumen fiskal pemerintah semakin kuat.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: popnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks