KALIMANTAN TIMUR — David Robert Mitchell kembali dengan film panjang keempatnya, The End of Oak Street (2026), sebuah pertaruhan besar yang menggabungkan drama rumah tangga, lorong waktu, teori wormhole, hingga kemunculan dinosaurus di kawasan pemukiman modern Amerika Serikat. Ambisi ini tertuang dalam durasi 99 menit yang menempatkan penonton sebagai juri atas konflik sepasang suami-istri yang diperankan Anne Hathaway dan Ewan McGregor.
Drama Keluarga yang Solid Sebelum Fiksi Ilmiah Masuk
Sebagai cerita drama keluarga, bagian awal film ini berdiri kokoh. Mitchell menulis konflik suami-istri yang realistis dan menjadikannya fondasi cerita, sebelum akhirnya memasukkan unsur kosmik dan perjalanan waktu ke dalam narasi.
Penonton diajak memahami masalah yang dihadapi pasangan tersebut secara objektif, dan pemahaman itulah yang kemudian menjadi pembenaran atas resolusi yang dikarang Mitchell. Gaya bercerita era 80-an yang kental dan detail berhasil dihadirkan tanpa terasa ketinggalan zaman.
Lubang Logika di Teori Wormhole dan Multiverse
Masalah mulai muncul ketika Mitchell memasukkan elemen fiksi ilmiah. Teori saintifik yang ditampilkan justru terasa tidak ilmiah, dan semakin terasa khayalan ketika disajikan di layar lebar. Ada faktor produser J.J. Abrams yang dikenal di dunia science fiction, namun hasilnya tetap menyisakan lubang besar di pemahaman penonton.
Asumsi yang bisa diambil adalah Mitchell menggambarkan khayalan banyak orang untuk mengubah masa lalu karena sudah tahu masa depannya buruk. Gaya narasi ini sebenarnya sering dipakai Marvel Cinematic Universe, tetapi MCU konsisten dengan teori multiverse-nya yang menjelimet sehingga bisa menjadi alibi menghadirkan karakter yang sudah mati.
Dinosaurus Tanpa Laboratorium: Sajian Alternatif yang Menyegarkan
Terlepas dari masalah logika, Mitchell sukses membuktikan bahwa dinosaurus bisa kembali ke layar lebar dan berhadapan dengan manusia modern tanpa harus lewat jalur laboratorium atau kawasan konservasi. Ini menjadi alternatif dari gaya Jurassic World yang semakin beranak-pinak.
Kemunculan dinosaurus di tengah pemukiman Amerika Serikat modern membuka kemungkinan cerita-cerita ajaib serupa di masa mendatang, dan Mitchell berhasil menyajikannya dengan sentuhan berbeda.
Anne Hathaway dan Ewan McGregor: Duet yang Mengimbangi
Anne Hathaway kembali menunjukkan kapasitas aktingnya, menjadikan film ini penampilan kedua terkuatnya tahun ini setelah The Odyssey (2026). Ia membawa pesan feminisme yang kuat melalui peran ibu rumah tangga penembak dinosaurus dengan senapan laras panjang.
Ewan McGregor sukses mengimbangi Hathaway sebagai suami-beta di tengah situasi pelik. Perkembangan karakternya terasa signifikan seiring perjalanan konflik dengan istrinya. Meski dua anak mereka membuat kesal sepanjang film, kolaborasi keduanya tetap bisa dinikmati tanpa mengernyitkan dahi.
Tim desain produksi, efek visual, hingga tata rias dan kostum juga layak mendapat apresiasi atas kerja keras mereka menghadirkan dunia The End of Oak Street.