KALIMANTAN TIMUR — Eksplorasi adalah pintu gerbang menemukan cadangan migas baru, tapi biayanya mahal dan risikonya tinggi. Kegagalan menembus sumur eksplorasi bisa berujung kerugian besar. Karena itu, Elnusa memilih jalan teknologi untuk menekan ketidakpastian tersebut, salah satunya dengan merombak total perangkat akuisisi data seismik yang mereka miliki.
Portofolio terbaru perusahaan mencakup 35.000 channel nodal yang terdiri dari 8.000 unit SmartSolo dan 25.000 unit STRYDE untuk operasi darat, plus 2.000 unit Ocean Bottom Nodes untuk survei bawah laut. Kapasitas ini melengkapi armada eksisting seperti satu kapal seismik, 9 unit Vibroseis, dan 250 set peralatan pengeboran seismik.
Teknologi Anyar untuk Medan Terberat
Tantangan terbesar eksplorasi di Indonesia adalah medan. Wilayah remote dan akses sulit kerap membuat survei konvensional mandek. Elnusa menjawabnya dengan teknologi wireless dan nodal yang lebih fleksibel, tidak lagi bergantung pada bentangan kabel panjang.
Sejak 2005, perusahaan telah berevolusi dari sistem Sercel 428 XL berkabel, lalu beralih ke sistem wireless RT 2 pada 2015, dan kini mengadopsi node mandiri. "Bagi Elnusa, teknologi dan inovasi bukan hanya perangkat operasional, tetapi enabler dalam menghadirkan solusi energi yang adaptif dan bernilai tambah," ujar Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji.
Rustam menegaskan, pengembangan teknologi ini berjalan beriringan dengan kesiapan ekosistem pendukung. Mulai dari keahlian personel, peralatan, manajemen material, hingga mobilisasi ke lokasi. Integrasi semua aspek itu menjadi kunci memberi nilai tambah nyata bagi pelanggan.
MiniVibro: Karya Anak Negeri untuk Survei Urban
Selain nodal, Elnusa juga mengembangkan sumber getar ramah lingkungan bernama MiniVibro. Alat dengan kapasitas 4.000 lbs dan rentang frekuensi 10–200 Hz ini dirancang kompak dan lincah, cocok untuk survei geohazard dan geotechnical di area urban atau tambang dengan batuan kompleks.
Inovasi ini lahir dari pengalaman lapangan yang diolah oleh insinyur dalam negeri. Di sisi lain, teknologi Vibroseis yang sudah ada juga dikembangkan untuk aplikasi Enhanced Oil Recovery (EOR) guna meningkatkan produksi sumur tua dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Gudang BSD dan Manajemen Aset yang Rapi
Kesiapan alat saja tidak cukup tanpa logistik yang mumpuni. Elnusa mengandalkan warehouse di BSD dengan luas 4.505 meter persegi untuk mengelola material dan peralatan. Fasilitas ini menangani penerimaan, penyimpanan, hingga mobilisasi ke lokasi kerja secara terstruktur.
Fungsi Asset Reliability & Productivity juga diterapkan untuk memastikan setiap mesin dan sistem akuisisi berada dalam kondisi prima. Strategi pemeliharaan dan condition monitoring dilakukan ketat agar standar teknis, keselamatan, dan kualitas selalu terpenuhi.
Seluruh penguatan ini merupakan bagian dari tema "Rediscover Technology and Innovation Edge". Dengan kombinasi teknologi, inovasi, dan kesiapan operasional, Elnusa berharap bisa menjawab kebutuhan eksplorasi secara lebih presisi sekaligus memperkuat kontribusinya bagi ketahanan energi nasional.