Pencarian

Truk Sampah Keropos dan Bolong Masih Beroperasi, DPRD Samarinda Desak Penggantian Armada Baru

Kamis, 30 Juli 2026 • 22:39:01 WIB
Truk Sampah Keropos dan Bolong Masih Beroperasi, DPRD Samarinda Desak Penggantian Armada Baru
Puluhan truk sampah milik Pemerintah Kota Samarinda mengalami kerusakan pada bodi kendaraan.

SAMARINDA — Puluhan truk pengangkut sampah milik Pemerintah Kota Samarinda saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Bodi kendaraan keropos dan berlubang, menyebabkan sampah kerap tumpah selama perjalanan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi ini mendorong DPRD setempat untuk mendesak pergantian armada secara bertahap.

Usia Armada Sudah di Atas Lima Tahun

Menurut Andriansyah, idealnya truk sampah yang usianya sudah lebih dari lima tahun harus diganti. Namun, realisasi pengadaan masih terkendala kondisi keuangan daerah yang ketat. “Kalau unit-unit sudah di atas lima tahun, harapan kita bisa diganti dengan yang baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengadaan truk baru sebenarnya sudah masuk dalam pembahasan anggaran 2027. Meski begitu, eksekusinya tetap bergantung pada kemampuan fiskal Pemkot Samarinda. “Dengan adanya potongan TKD (Transfer ke Daerah) itu bukan alasan klasik. Tapi memang fakta bahwa anggaran harus kita atur dan dibagi. Kita akan maksimalkan unit-unit yang ada dulu,” jelas Andriansyah.

Bocor di Jalan, Sopir Tak Sempat Cek Detail

Andriansyah mengakui, tidak semua kebocoran muatan sempat terdeteksi oleh sopir sebelum truk berangkat. Ia pun meminta agar pemeriksaan rutin dilakukan setiap kali kendaraan akan beroperasi. “Kalau ada truk-truk yang bocor, kadang sopir juga tidak sempat memperhatikan secara detail. Tapi yang ada pasti kita ingatkan, agar diperiksa dulu sebelum beroperasional,” katanya, Kamis (30/7/2026).

Warga Diminta Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Selain mendorong peremajaan armada, Andriansyah juga mengajak masyarakat ikut berperan mengurangi volume sampah. Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah organik dan plastik sejak dari rumah. “Mulailah dari rumah. Pisahkan sampah plastik dan organik. Kalau organik bisa dibuat pupuk, itu juga bisa dimanfaatkan,” imbaunya.

Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi beban truk pengangkut sekaligus memperpanjang usia TPA. DPRD berharap kesadaran warga bisa menjadi solusi jangka panjang di tengah keterbatasan armada yang ada.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: niaga.asia

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks