Pencarian

Lapas Narkotika Samarinda Latih WBP Produksi Umbul-Umbul HUT RI hingga Panen Sawi dan Ikan Nila

Kamis, 30 Juli 2026 • 21:02:01 WIB
Lapas Narkotika Samarinda Latih WBP Produksi Umbul-Umbul HUT RI hingga Panen Sawi dan Ikan Nila
Warga binaan Lapas Narkotika Samarinda memproduksi umbul-umbul perayaan HUT RI yang siap dipasarkan ke publik dan instansi pemerintah.

SAMARINDA — Kalapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Puang Dirham menegaskan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak berhenti pada aspek kepribadian. Melalui Sarana Asimilasi Edukasi (SAE), para warga binaan diajak menjadi produsen, bukan sekadar konsumen.

"Program pembinaan keterampilan ini kami rancang agar warga binaan memiliki bekal nyata untuk berkarya di tengah masyarakat," kata Puang Dirham di Samarinda, Kamis.

Umbul-Umbul Kemerdekaan Karya Warga Binaan Siap Dipasarkan

Salah satu hasil produksi yang tengah digenjot adalah dekorasi dan umbul-umbul perayaan Hari Kemerdekaan RI. Produk kerajinan ini tidak hanya untuk konsumsi internal lapas, tetapi sudah siap dipasarkan ke publik maupun instansi pemerintah.

Menurut Puang Dirham, pembuatan atribut kemerdekaan tersebut memberikan pengalaman wirausaha nyata bagi WBP. "Hasil karya dari dalam lapas ini memiliki nilai jual tinggi sehingga mampu melatih kemandirian finansial mereka," ujarnya.

Lahan Terbatas, Panen Sawi dan Cabai Tetap Berjalan

Di sektor pangan, Lapas Narkotika Samarinda mengelola lahan produktif meski dengan area terbatas. Warga binaan dibina untuk menanam tanaman hortikultura seperti sawi, terong ungu dalam media polybag, hingga budidaya cabai secara berkelanjutan.

"Pemanfaatan lahan terbatas ini membuktikan bahwa hambatan tempat tidak menghalangi warga binaan untuk menghasilkan produk pangan berkualitas," tutur Puang Dirham. Panen sayuran ini langsung dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi dapur lapas.

Seribu Bibit Ikan Nila Ditebar, Disiplin Jadi Target Utama

Sektor perikanan juga menjadi perhatian. Sebanyak seribu bibit ikan nila telah dilepaskan ke kolam budidaya yang dikelola langsung oleh warga binaan bersama petugas. Praktik ini, menurut Kalapas, secara langsung menanamkan nilai kedisiplinan serta rasa tanggung jawab pribadi selama menjalani masa pidana.

"Ukuran keberhasilan pembinaan bukan hanya hasil panen, melainkan perubahan perilaku serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia," tegas Puang Dirham.

Target ke Depan: Perluas Komoditas dan Jaringan Pemasaran

Pihak pengelola lapas berkomitmen untuk memperluas jenis komoditas budidaya serta meningkatkan jaringan pemasaran produk binaan. Seluruh keterampilan yang diajarkan diharapkan menjadi modal berharga bagi warga binaan saat bebas nanti.

"Harapan kami seluruh keterampilan ini menjadi modal berharga bagi warga binaan saat bebas kelak agar dapat diterima kembali oleh masyarakat," kata Puang Dirham menutup.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks