Pencarian

Pengguna QRIS di Kaltim Tembus 948,3 Ribu, Merchant Capai 910 Ribu per Triwulan II 2026

Selasa, 22 September 2026 • 06:47:01 WIB
Pengguna QRIS di Kaltim Tembus 948,3 Ribu, Merchant Capai 910 Ribu per Triwulan II 2026
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Bayu Adi Hardiyanto memaparkan perkembangan sistem pembayaran daerah di Samarinda, Senin (21/9/2026).

SAMARINDA — Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Bayu Adi Hardiyanto memaparkan perkembangan sistem pembayaran daerah, Senin (21/9/2026). Pertumbuhan pengguna QRIS berjalan seiring perluasan merchant di 10 kabupaten dan kota. Kenaikan terjadi hanya dalam satu triwulan.

Dari sisi pengguna, lonjakan mencapai sekitar 41,7 ribu orang. Sementara merchant bertambah sekitar 75 ribu dalam periode yang sama.

Merchant Bertambah 75 Ribu dalam Tiga Bulan

Jumlah merchant QRIS melonjak dari sekitar 835 ribu menjadi 910 ribu. Penambahan itu tersebar di berbagai sektor usaha, dari warung hingga toko ritel.

Bayu menyebut perluasan ini memperbesar akses pembayaran digital bagi pelaku usaha kecil. "Ini mendukung semakin luasnya akses pembayaran digital bagi masyarakat dan pelaku usaha," ungkapnya saat memaparkan perkembangan sistem pembayaran daerah.

Pemerintah provinsi turut mempublikasikan data tersebut melalui laman resmi. Angka ini menempatkan Kaltim sebagai salah satu daerah dengan basis pengguna QRIS yang besar di Kalimantan.

QRIS Tidak Akan Menghapus Uang Tunai

Bank Indonesia menegaskan pembayaran tunai dan digital tetap berdiri sebagai pilihan yang setara. Masyarakat bebas memilih sesuai kebutuhan masing-masing.

"QRIS tidak akan mengeliminasi pembayaran tunai. Ini adalah salah satu alternatif yang disiapkan Bank Indonesia untuk memfasilitasi sistem pembayaran agar lebih mudah, efisien, dan efektif," jelas Bayu.

Kemudahan transaksi lewat telepon seluler disebut sebagai pendorong utama. "Tidak perlu lagi kita kantongi uang di dompet. Cukup dengan HP saja, sudah lebih mudah," katanya.

RTGS dan SKNBI Terkontraksi pada Juli 2026

Di sisi lain, transaksi bernilai besar dan kliring justru menurun pada Juli 2026. Nominal transaksi RTGS tercatat Rp15,26 triliun, sementara SKNBI mencapai Rp2,34 triliun.

Secara agregat, RTGS terkontraksi 18,19 persen dan SKNBI turun 22,81 persen. Penurunan ini menunjukkan pergeseran pola transaksi pada sejumlah kanal, seiring ekspansi QRIS yang terus meluas.

Perbedaan arah tersebut menandakan perubahan perilaku pembayaran tidak terjadi merata. Kanal ritel tumbuh, sementara transaksi antarbank bernilai besar melemah.

Uang Kartal Keluar Kaltim Rp423,3 Miliar

Peredaran uang kartal di Kaltim pada Juli 2026 mencatat posisi net outflow Rp423,3 miliar. Artinya, uang yang keluar dari provinsi itu lebih besar dibanding yang masuk.

Bayu menyebut aktivitas ekonomi warga di luar daerah menjadi salah satu pemicu. Mobilitas pekerja Kaltim yang beraktivitas di luar provinsi turut mendorong arus uang keluar.

"Ini menandakan banyak uang yang keluar. Salah satu faktornya karena orang Kaltim banyak yang bekerja di luar," pungkasnya.

Bank Indonesia Kaltim belum merinci langkah lanjutan untuk menekan arus keluar uang kartal. Pemantauan sistem pembayaran daerah akan berlanjut pada triwulan berikutnya.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inibalikpapan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks