KALIMANTAN TIMUR — Data dari lembaga riset E-Mobility Europe, New Automotive, dan Fier Automotive menunjukkan bahwa pada Juni 2026 saja, registrasi BEV di 17 pasar Eropa meningkat 39,5 persen menjadi 275.060 kendaraan. Angka ini menegaskan momentum adopsi kendaraan listrik yang semakin kuat di kawasan tersebut.
Prancis Catat Rekor, Jerman Saksikan Pergeseran Permintaan
Prancis menjadi salah satu motor utama pertumbuhan dengan mencatatkan rekor 55.831 registrasi BEV pada periode tersebut. Pangsa pasar mobil listrik di negara itu pun mencapai 29,6 persen. Spanyol, Slovenia, dan Republik Ceko juga mencetak rekor penjualan dan pangsa pasar BEV secara bersamaan.
Sementara itu, di Jerman, data dari International Council on Clean Transportation dan Fraunhofer ISI menunjukkan bahwa model BEV menjadi lebih terjangkau antara 2020 dan 2025. Namun, harga rata-rata BEV justru meningkat 42 persen menjadi sekitar 53.000 Euro (setara Rp1 miliaran dengan kurs saat ini) selama periode yang sama. Sebaliknya, harga kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) hanya naik 15 persen.
Pilihan Model Melimpah, Jarak Tempuh Meningkat Sepertiga
Peningkatan harga rata-rata ini seiring dengan pergeseran permintaan konsumen ke arah mobil listrik yang ukurannya lebih besar. Meski begitu, pilihan bagi konsumen semakin luas. Jumlah model BEV yang tersedia di pasar Eropa meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi 159 model, sementara pilihan mobil konvensional justru menurun menjadi 194 model.
Pabrikan juga terus meningkatkan kemampuan jelajah kendaraan listriknya. Data menunjukkan rata-rata jarak tempuh BEV meningkat sekitar sepertiga dibandingkan periode sebelumnya. Perbaikan ini secara langsung meningkatkan kenyamanan berkendara bagi pemilik mobil listrik, menjawab salah satu kekhawatiran utama konsumen terkait jangkauan.