SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyebut sinergi tiga pihak—pemerintah, guru, dan orang tua—menjadi faktor kunci mencetak anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kompetensi.
MPLS Jadi Momentum Penguatan Karakter
Mahyunadi menyampaikan hal itu saat menghadiri MPLS tahun ajaran 2025/2026 di SDN 006 Sangatta Utara, Senin kemarin. Ia menegaskan bahwa pendidikan dasar bukan sekadar mengejar kurikulum atau materi di buku pelajaran.
"Pendidikan pada sekolah dasar merupakan proses awal yang sangat menentukan pijakan untuk melangkah jauh ke depan," ujarnya di Sangatta, Selasa.
Output vs Outcome: Pendidikan Harus Berdampak Nyata
Menurut Mahyunadi, tujuan pendidikan tidak boleh berhenti pada terciptanya lulusan yang berkualitas (output). Lebih dari itu, harus ada dampak nyata (outcome) bagi kehidupan peserta didik.
Pendidikan yang baik, kata dia, harus mampu mengantarkan generasi muda memperoleh pekerjaan layak, memiliki daya saing, dan berkontribusi di mana pun mereka berada. "Sinergi antara pemerintah, guru, dan orang tua atau wali murid menjadi faktor penting dalam mencetak anak yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan kompetensi yang mampu memenuhi standar," tambahnya.
Mental dan Spiritual Jadi Fondasi Generasi Unggul
Selain pembentukan karakter, Wakil Bupati juga mengingatkan pentingnya pembangunan mental dan spiritual peserta didik. Ia menilai pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual.
"Harus diimbangi dengan nilai-nilai moral dan akhlak yang baik dan kuat," ucap Mahyunadi.
Guru Diminta Ciptakan Suasana Belajar yang Gembira
Mahyunadi mendorong para guru menciptakan suasana gembira dalam proses pendidikan anak sejak dini. Dengan begitu, anak-anak bisa mencintai bakat masing-masing dan diikuti dengan gemar belajar.
Pemkab Kutim menilai pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, peran guru dan orang tua dalam membentuk karakter anak sejak sekolah dasar menjadi krusial.