TALISAYAN — Perhelatan syiar Islam terbesar di Kabupaten Berau resmi dimulai. Bupati Berau Sri Juniarsih menekan tombol sirene sebagai tanda pembukaan MTQ ke-56 yang akan berlangsung selama lima hari ke depan.
Dalam sambutannya, Bupati Sri Juniarsih menegaskan bahwa esensi MTQ jauh melampaui sekadar lomba seni membaca Al-Qur’an. “MTQ menjadi sarana penting dalam membangun mental dan spiritual masyarakat melalui implementasi nilai-nilai Al-Qur’an,” ujarnya.
Bukan Sekadar Lomba, Tapi Cetak Karakter Qurani
Menurut Bupati, Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup konkret yang membentuk karakter generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah. Dengan landasan iman yang kuat, persatuan dan keharmonisan masyarakat Berau diyakini akan terus terjaga.
Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan komitmen penuh pada program keagamaan. “Yang paling utama dari gelaran ini adalah gaung syiar Islam dan terbentuknya karakter Qurani pada generasi kita,” imbuh Sri Juniarsih.
Peserta dari 13 Kecamatan Siap Berlomba
MTQ ke-56 ini diikuti oleh 738 peserta beserta ofisial yang mewakili seluruh kecamatan di Kabupaten Berau. Prosesi pembukaan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Berau, unsur Forkopimda, Asisten I Setda Berau, Kepala Kantor Kementerian Agama Berau, serta Camat Talisayan.
Integritas Juri dan Sportivitas Peserta Ditekankan
Dalam kesempatan yang sama, Bupati memberikan arahan khusus kepada dewan juri agar menjalankan tugas penilaian secara objektif, jujur, dan menjaga integritas selama kompetisi. Sementara peserta diminta menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan momentum ini untuk meningkatkan kecintaan kepada Al-Qur’an.
Pemerintah daerah juga mendorong Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) bersama para ustaz dan ustazah untuk mengoptimalkan pola pembinaan. Pelatihan berkesinambungan dan evaluasi berkala dinilai perlu agar kualitas kafilah Kabupaten Berau terus meningkat di berbagai ajang kejuaraan ke depan.
Pembangunan Fisik dan Moral Berjalan Beriringan
Menurut Bupati, arah kebijakan pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, melainkan harus berjalan beriringan dengan penguatan moral dan pemenuhan kualitas SDM yang berakhlakul karimah. MTQ menjadi salah satu instrumen strategis untuk mewujudkan keseimbangan tersebut.