Pencarian

Indonesia Kantongi 13 MoU Investasi dan Industri di Pameran INNOPROM 2026 Rusia

Minggu, 12 Juli 2026 • 11:31:31 WIB
Indonesia Kantongi 13 MoU Investasi dan Industri di Pameran INNOPROM 2026 Rusia
Indonesia raih 13 MoU investasi dan industri di ajang INNOPROM 2026 Rusia.

KALIMANTAN TIMUR — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memanfaatkan partisipasi di pameran industri internasional tersebut untuk menggelar delapan pertemuan bilateral dengan pemerintah Armenia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Azerbaijan, Tajikistan, serta pemerintah wilayah Chelyabinsk, Kirov, dan Sverdlovsk. Dari forum itu, lahir 13 MoU yang melibatkan Kemenperin RI dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, pemerintah Kyrgyzstan, Kazakhstan, dan sejumlah pemerintah wilayah di Rusia.

Lima Perusahaan RI Teken Kerja Sama B2B dengan Mitra Eurasia

Selain kesepakatan antarpemerintah, sejumlah perusahaan Indonesia juga menandatangani kontrak bisnis. IPERINDO, PT PCM Kabel Indonesia, PT Athira Maritim Indonesia, dan Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI) menggandeng United Industrial Corporation AK Bars. Sementara itu, PT Minang Jordanindo menjalin kerja sama dengan CHETRA LLC, dan Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia bermitra dengan Association of Clusters, Technology Parks and Special Economic Zones of the Russian Federation (ACTPRF).

Cakupan kerja sama tersebut meliputi pengembangan industri manufaktur, rekayasa mesin, alat berat, otomotif, metalurgi, industri kimia, industri halal, pengolahan mineral, hingga penguatan investasi dan perdagangan.

Menperin: Posisi Industri Nasional Kian Kuat di Pasar Eurasia

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai tingginya antusiasme pelaku industri Eurasia menjadi bukti penguatan posisi manufaktur nasional. "Partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 telah memperkuat posisi industri nasional di pasar Eurasia. Hal ini terlihat dari tingginya antusias pelaku industri dari pasar Eurasia yang menginginkan kerja sama dengan industri nasional dan bahkan telah melakukan penandatanganan MOU sepanjang kehadiran kita di Rusia," ujar Agus dalam keterangan resmi, Sabtu (11/7/2026).

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy menambahkan, capaian ini menandakan meningkatnya kepercayaan mitra global terhadap industri dalam negeri. Menurutnya, kerja sama yang terjalin diharapkan membuka lebih banyak peluang investasi dan kolaborasi bernilai tambah.

Eurasia Jadi Pasar Alternatif di Tengah Upaya Diversifikasi Ekspor

Penunjukan Indonesia sebagai Official Partner Country di INNOPROM 2026 bertepatan dengan strategi pemerintah memperluas tujuan ekspor ke kawasan nontradisional. Eurasia dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi, terutama setelah Indonesia memperkuat hubungan dagang dengan negara-negara di kawasan tersebut.

Selama pameran, Kemenperin juga menggelar delapan business talk dan business forum yang membahas isu strategis seperti manufaktur maju, semikonduktor, telematika, industri maritim, hilirisasi, industri sawit berkelanjutan, hingga penguatan rantai nilai industri antara Eurasia dan ASEAN. Direktur Program Bisnis Formika Event, Anton Atrashkin, menilai partisipasi Indonesia menjadi salah satu yang paling menonjol. "Ini merupakan kali pertama pelaku usaha Indonesia hadir di Rusia dalam skala sebesar ini," ungkapnya.

Pemerintah berharap seluruh kesepakatan yang telah diteken dapat segera ditindaklanjuti menjadi kerja nyata yang mendorong investasi dan memperluas pasar ekspor manufaktur Indonesia ke kawasan Eurasia.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks