Pencarian

Danantara Restrukturisasi 22 BUMN, Laba BRI dan Mandiri Tembus Rp21 Triliun Lebih

Senin, 29 Juni 2026 • 19:24:01 WIB
Danantara Restrukturisasi 22 BUMN, Laba BRI dan Mandiri Tembus Rp21 Triliun Lebih
Laba konsolidasi BRI dan Mandiri pada April 2026 masing-masing mencapai Rp21,2 triliun dan Rp21,3 triliun.

KALIMANTAN TIMUR — Laporan keuangan konsolidasi per April 2026 mencatatkan lonjakan laba di berbagai klaster, mulai dari perbankan hingga manufaktur. Di sektor perbankan, BRI dan Mandiri memimpin dengan laba konsolidasi masing-masing Rp21,2 triliun dan Rp21,3 triliun, tumbuh 15 persen dan 13 persen secara tahunan. BNI menyusul dengan laba Rp7,29 triliun, naik 6,11 persen, sementara BTN mencatat pertumbuhan paling tajam di klaster ini: laba bersih melesat 43,84 persen menjadi Rp1,45 triliun. BSI juga tak ketinggalan, membukukan laba Rp2,80 triliun atau naik 17,79 persen.

Manufaktur Berbalik Untung Berkat Suntikan Modal

Transformasi paling dramatis terjadi di klaster industri manufaktur. Krakatau Steel berhasil membalikkan rugi Rp981 miliar pada April 2025 menjadi laba Rp635 miliar di periode yang sama tahun ini. Len Industri juga mencatatkan perbaikan serupa, dari rugi Rp160 miliar menjadi untung Rp108 miliar. Kedua perusahaan ini menjalani restrukturisasi dan mendapat dukungan modal dari Danantara Asset Management (DAM).

Sucofindo membukukan laba Rp151 miliar, tumbuh 49 persen berkat pembenahan tata kelola. IDSurvey mencatat laba Rp265 miliar, naik 9,95 persen, sementara Surveyor Indonesia menorehkan laba Rp78 miliar, naik 10 persen berkat ekspansi ke layanan ESG Assurance.

Infrastruktur: Hutama Karya dan Adhi Karya Ikut Moncer

Di sektor infrastruktur, Hutama Karya membukukan laba bersih Rp628 miliar, naik dari Rp448 miliar pada April 2025. Pencapaian ini didorong oleh disiplin pengendalian biaya dan penguatan segmen pengoperasian jalan tol. Adhi Karya juga mencatatkan laba Rp69 miliar, meski bahan artikel tidak merinci persentase kenaikannya secara lengkap.

Efisiensi biaya dana, ekspansi kredit, dan pertumbuhan dana murah (CASA) menjadi motor utama di sektor perbankan. Sementara di manufaktur, suntikan modal dan restrukturisasi operasional menjadi kunci pembalikan arah kinerja. Semua ini terjadi di bawah koordinasi BPI Danantara yang mulai menerapkan standar tata kelola dan target kinerja yang lebih ketat.

Kinerja solid ini menjadi modal bagi pemerintah untuk terus mendorong peran BUMN dalam perekonomian nasional, baik sebagai penyedia layanan publik maupun sebagai kontributor dividen ke kas negara.

Bagikan
Sumber: metrotvnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks