KALIMANTAN TIMUR — Kepergian Hanif Sjahbandi menutup perjalanan empat musim pemain kelahiran Bandung, 7 April 1997 tersebut bersama Persija Jakarta. Selama berseragam Macan Kemayoran, ia mencatatkan total 98 penampilan di Liga 1 dengan kontribusi enam gol dan tujuh assist.
Dari Gelandang Jadi Bek Serbaguna
Selama empat musim, Hanif tak hanya dimainkan sebagai gelandang. Pelatih Persija kerap menempatkannya di posisi bek, dan ia mampu menjalankan peran tersebut dengan baik. Fleksibilitas ini menjadi salah satu nilai lebih yang ia bawa ke dalam komposisi tim.
Pada musim perdananya di Liga 1 2022/2023, Hanif tampil sebanyak 28 kali dengan torehan satu gol dan satu assist. Performanya meningkat pada musim berikutnya dengan tiga gol dan tiga assist dari 26 penampilan. Konsistensi itu berlanjut di musim 2024/2025 ketika ia bermain 33 kali dan mencetak dua gol.
Cedera Lutut Hantui Musim Terakhir
Musim 2025/2026 menjadi yang terberat bagi Hanif. Cedera lutut memaksanya lebih banyak menepi, sehingga ia hanya mencatatkan 11 penampilan dengan kontribusi tiga assist. Kondisi ini ikut mendorong keputusan berpisah lebih awal antara pemain dan klub.
Apresiasi dari Presiden Klub
Presiden Persija Jakarta Mohamad Prapanca menyampaikan apresiasi atas dedikasi Hanif selama membela tim. "Kami bangga pernah berjalan bersama Hanif, seorang pemain yang selalu menunjukkan komitmen dan dedikasi tinggi dalam setiap perjuangannya," ujar Prapanca dalam rilis yang diterima di Jakarta.
Prapanca juga memuji disiplin, etos kerja, dan mentalitas pejuang yang selalu ditunjukkan Hanif saat latihan maupun pertandingan. "Namun, saat ini kami telah memilih jalan masing-masing. Dengan reputasi positif yang ia miliki, kami percaya Hanif akan terus berkembang dan kembali bersinar di klub barunya," kata dia.
Langkah Selanjutnya untuk Hanif
Dengan status bebas transfer, Hanif Sjahbandi kini bisa bernegosiasi dengan klub mana pun tanpa biaya kompensasi. Reputasi positif yang ia bangun selama empat musim di Persija diprediksi akan menarik minat sejumlah tim Liga 1 yang membutuhkan gelandang serbabisa.