KALIMANTAN TIMUR — Pertemuan bilateral di Istana Merdeka itu berlangsung selama lebih dari satu jam, mencakup sesi tatap muka tertutup di ruang kerja presiden setelah upacara penyambutan kenegaraan. Prabowo didampingi jajaran menteri kabinet, di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pesan Tegas di Tengah Ketidakpastian Global
"Presiden Steinmeier dan saya juga sependapat bahwa semua konflik harus diselesaikan melalui perundingan," kata Prabowo usai pertemuan. Ia menekankan bahwa kunjungan kepala negara Jerman ini memiliki bobot strategis tinggi, terutama karena hubungan bilateral kedua negara akan memasuki usia ke-75 tahun.
Pernyataan itu disampaikan di saat peta geopolitik dunia menunjukkan fragmentasi yang semakin tajam. Konflik bersenjata di beberapa kawasan belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara rivalitas kekuatan besar kian mempersempit ruang diplomatik negara-negara berkembang.
Upacara Kenegaraan dengan Protokol Penuh
Presiden Steinmeier tiba di kawasan Istana Merdeka sekitar pukul 11.30 WIB. Iring-iringan mobil kepresidenan dikawal puluhan pasukan berkuda yang membawa bendera kedua negara, melintasi kawasan Monumen Nasional (Monas).
Di halaman istana, puluhan siswa Sekolah Dasar berseragam merah putih dan penampilan tarian khas nusantara menyemarakkan penyambutan. Prabowo yang mengenakan setelan jas abu-abu dipadu peci hitam menyambut langsung Steinmeier di bawah tangga Istana Merdeka dengan jabat tangan erat dan pelukan hangat. Upacara dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan kedua negara yang diiringi dentuman meriam sebanyak 21 kali.
Dorong Peran Aktif Jerman di Kawasan
Dalam pernyataan resminya, Prabowo secara terbuka mendorong Jerman untuk memainkan peran yang jauh lebih aktif sebagai mitra strategis di kawasan Eropa. Ia menilai bahwa hubungan bilateral yang sudah berjalan hampir tiga perempat abad harus diisi dengan kontribusi nyata bagi stabilitas global.
"Ianya sebuah kehormatan besar bagi kami. Kunjungan kenegaraan ini memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia karena ini juga menunjukkan hubungan antara Jerman dan Indonesia yang sangat baik," jelas Prabowo menambahkan.
Setelah sesi foto bersama, kedua pemimpin memasuki ruang kerja presiden untuk pertemuan empat mata secara tertutup. Agenda yang dibahas meliputi penguatan kerja sama bilateral yang lebih mendalam, meskipun rincian spesifik belum diungkap ke publik hingga berita ini diturunkan.