SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda memangkas alokasi dana Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) untuk tahun 2026. Setiap Rukun Tetangga (RT) yang sebelumnya menerima jatah penuh Rp100 juta per tahun, kini hanya mendapatkan Rp75 juta akibat kebijakan efisiensi anggaran negara.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan penyesuaian ini saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda, Rabu (13/5/2026). Ia menegaskan bahwa Probebaya tetap menjadi program strategis daerah yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga.
"Dan saat ini kita melakukan penyesuaian dari sebelumnya tiap tahun Rp100 juta, tahun ini baru kita alokasikan Rp75 juta dalam satu tahap," kata Andi.
Peluang Tambahan Anggaran di APBD Perubahan
Meski mengalami pengurangan, Andi Harun membuka peluang pengembalian dana tersebut. Pihaknya akan mengupayakan kekurangan Rp25 juta per RT pada saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan nanti.
"Kalau anggaran kita cukup akan kita alokasikan sisanya Rp25 juta di APBD perubahan," ujarnya.
Probebaya sendiri merupakan program pembangunan berbasis RT yang mencakup infrastruktur lingkungan, peningkatan ekonomi masyarakat, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan di tingkat kelurahan.
Efisiensi Tak Ganggu Belanja Produktif
Andi menegaskan bahwa kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat tetap mengarahkan belanja daerah pada sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, Probebaya bukan sekadar bantuan sosial, melainkan belanja produktif yang memberi dampak nyata.
"Sejauh ini program tersebut telah berkontribusi nyata penyumbang dan pertumbuhan ekonomi sangat besar. Probebaya ini salah satu belanja yang berkategori produktif dan berkualitas," jelasnya.
Ia mencontohkan hasil program tersebut terlihat dari kondisi pertumbuhan ekonomi Samarinda yang relatif stabil dibanding sejumlah daerah lain. "Hasilnya bisa kita lihat, pertumbuhan ekonomi Samarinda relatif stabil dibanding daerah lain," demikian Andi Harun.
Kebijakan ini menjadi perhatian warga Samarinda, khususnya pengurus RT yang selama ini mengandalkan dana Probebaya untuk pembangunan lingkungan dan kegiatan warga. Pemkot berharap penyesuaian ini tidak mengurangi semangat gotong royong di tingkat kelurahan.