PENAJAM PASER UTARA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menilai keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan peluang besar bagi dunia pendidikan di Kalimantan. Mahasiswa di wilayah ini diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat aktif dalam proses pembangunan melalui riset dan praktik kerja lapangan.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menjelaskan bahwa IKN memiliki potensi sebagai pusat pengembangan pendidikan tinggi yang terintegrasi. Hal ini disampaikan saat meninjau progres pembangunan di Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu lalu.
"IKN sedang dibangun, dan sebagai laboratorium hidup terbesar di Indonesia," ujar Badri Munir Sukoco saat memberikan keterangan mengenai masa depan perguruan tinggi di sekitar kawasan tersebut.
Tiga Strategi Utama Penguatan Pendidikan Tinggi
Pemerintah telah menyiapkan tiga strategi kunci agar kampus-kampus di Kalimantan mampu bersaing dan berkontribusi nyata. Pertama adalah kolaborasi akademik yang memberikan dampak langsung pada masyarakat dan pembangunan wilayah.
Strategi kedua menekankan pada kerja sama produktif dengan pihak industri serta mitra pembangunan lainnya. Terakhir, perguruan tinggi wajib melakukan penguatan talenta dan perbaikan tata kelola pendidikan guna menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi.
Menurut Badri, pemanfaatan IKN sebagai ruang riset dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik akan memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa. “Perguruan tinggi dapat berkontribusi mewujudkan Indonesia yang semakin berkelanjutan dengan IKN sebagai role model,” katanya.
Otorita IKN Siapkan Kurikulum Adaptif untuk Masa Depan
Dari sisi regulasi teknis, Otorita IKN (OIKN) mulai merancang ekosistem pendidikan yang lebih fleksibel. Fokus utamanya adalah menciptakan kurikulum yang mampu menjawab tantangan industri dan kebutuhan kota masa depan.
Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, berharap sinergi dengan kampus se-Kalimantan dapat melahirkan inovasi dalam sistem pembelajaran. Pihaknya menginginkan pembangunan fisik ibu kota berjalan beriringan dengan pembangunan manusianya.
“Kolaborasi ini diharapkan melahirkan kurikulum yang sesuai kebutuhan masa depan dan memperkuat peran IKN sebagai pusat pengembangan SDM,” ungkap Bimo.
DPR Tekankan Kejelasan Peran Pemerintah Pusat dan Daerah
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, memberikan catatan mengenai pentingnya pembagian peran yang jelas dalam ekosistem ini. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi syarat mutlak untuk mencapai target Indonesia Emas 2045.
Hetifah menilai peningkatan mutu riset melalui kerja sama langsung dengan IKN akan menjadi kunci penguatan sistem pendidikan masa depan. Hal ini dianggap sebagai langkah krusial untuk mempercepat lahirnya SDM unggul dari tanah Kalimantan.
“Tentu saja semua itu dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi,” pungkas Hetifah.