BONTANG — Pemerintah Kota Bontang menyatakan optimisme tinggi dalam mengejar target investasi tahun 2026 yang diproyeksikan tumbuh dua digit. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Aspiannur, menyebut tren positif pada awal tahun ini menjadi indikator kuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Kenaikan target sebesar 11,24 persen tersebut menempatkan Bontang pada posisi strategis untuk memperkuat sektor unggulan. Aspiannur menjelaskan bahwa strategi pencapaian target tidak hanya mengandalkan potensi alam, tetapi juga penguatan infrastruktur pelayanan publik yang lebih efisien.
“Optimisme ini didukung oleh potensi sektor unggulan yang terus berkembang, serta kemudahan perizinan yang semakin kita tingkatkan dari waktu ke waktu,” ujar Aspiannur, Kamis (7/5/2026).
Bagaimana Strategi Pemkot Kejar Target Rp3,427 Triliun?
Untuk mencapai angka Rp3,427 triliun, DPMPTSP Bontang kini memfokuskan perhatian pada inovasi layanan perizinan. Langkah konkret yang diambil meliputi penyederhanaan prosedur birokrasi dan optimalisasi sistem digital. Hal ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu bagi para calon investor yang ingin masuk ke Bontang.
Pemerintah daerah menilai pemanfaatan teknologi informasi sangat krusial untuk mempercepat laju investasi. Dengan sistem yang terintegrasi, proses pengajuan hingga penerbitan izin usaha diklaim akan menjadi lebih transparan dan akuntabel.
Selain aspek teknis perizinan, Pemkot Bontang menjamin adanya kepastian hukum bagi dunia usaha. Komitmen ini dianggap sebagai daya tarik utama untuk menjaga kepercayaan investor lama sekaligus menarik minat penanaman modal baru di wilayah Kalimantan Timur.
Hasil Konsolidasi Data Investasi se-Kalimantan Timur
Penetapan target investasi tahun 2026 ini merupakan hasil dari rapat konsolidasi dan sinkronisasi data yang melibatkan kabupaten serta kota se-Kalimantan Timur. Pertemuan yang diinisiasi oleh DPMPTSP Provinsi Kaltim tersebut telah berlangsung pada 2 April 2026 lalu.
Melalui sinkronisasi tersebut, setiap daerah memiliki panduan yang jelas mengenai kontribusi yang diharapkan terhadap total investasi provinsi. Pihak pemerintah berharap peningkatan nilai investasi ini akan membawa dampak berantai terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.
“Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, kami optimistis target investasi tahun 2026 dapat tercapai sesuai harapan,” kata Aspiannur memungkasi penjelasannya. Fokus selanjutnya adalah memastikan penyerapan tenaga kerja lokal berjalan beriringan dengan masuknya modal ke Bontang.