Krisis Air Bersih di Anggana Kukar, Warga Antre di Sumur Kutai Lama dan Harga Tandon Naik Rp80 Ribu

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Sabtu, 12 September 2026 | 06:46:01 WIB
Warga membawa jeriken dan tandon untuk mengantre air dari sumur di Desa Kutai Lama, Anggana, Kutai Kartanegara.

ANGGANA — Antrean warga terjadi di sejumlah titik sumber sumur di Desa Kutai Lama. Mereka datang membawa jeriken dan tandon setelah aliran air dari Perumda Tirta Mahakam tidak lagi mengalir normal ke rumah-rumah.

Kondisi ini muncul sejak intrusi air laut ke aliran Sungai Mahakam meningkatkan kadar garam pada sumber air baku. Pengolahan air di intake Anggana dan Sangasanga pun harus disesuaikan dengan kualitas air baku yang masuk.

Harga Air Naik Rp80 Ribu per Tandon

Di tengah kebutuhan yang meningkat, harga air bersih dari sumber alternatif ikut naik. Air berkapasitas sekitar 1.200 liter yang sebelumnya dijual Rp100 ribu per tandon kini mencapai Rp180 ribu.

Kenaikan itu belum dipastikan berlaku merata di seluruh wilayah Anggana atau hanya di titik tertentu. Belum ada pula keterangan resmi dari pemerintah maupun pihak terkait soal standar harga jual air bersih saat pasokan terganggu.

Informasi antrean air juga muncul di media sosial. Akun Facebook @ratna.wati mengunggah kondisi antrean warga, Jumat (11/9/2026).

"Wajar mahal air, antreannya ngeri," tulis akun tersebut.

Kadar Garam 250 ppm Jadi Batas Operasional Intake

Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Suparno sebelumnya menjelaskan, intake di Anggana dan Sangasanga tidak sepenuhnya dihentikan. Operasional masih dijalankan dengan mempertimbangkan kualitas air baku dan kadar garam.

Kadar garam 250 ppm menjadi salah satu batas yang digunakan untuk menentukan pengoperasian intake. Jika berada di bawah angka tersebut, air baku masih dapat diolah. Operasional harus dihentikan atau disesuaikan ketika kadar garam melampaui batas itu.

Perumda Tirta Mahakam memeriksa kadar garam setiap satu jam. Pemantauan dilakukan karena kadar garam di permukaan dan bagian dalam sungai bisa berbeda.

Warga Tanggung Biaya Lebih Saat Pasokan Seret

Gangguan pasokan membuat sebagian warga harus mencari sumber air alternatif untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini sekaligus menambah pengeluaran mereka ketika harga air dari sumber alternatif naik.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi mengenai kapan distribusi air bersih di Anggana kembali normal.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: editorialkaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top