BONTANG — Ruang fiskal Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang pada APBD 2026 menyusut signifikan. Koreksi atas angka Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 memaksa pemerintah daerah menyesuaikan struktur belanja, dengan pemangkasan terbesar terjadi pada pos Belanja Modal yang dipotong Rp84,42 miliar.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan perubahan ini bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan mengikuti kondisi fiskal riil daerah pasca-audit.
“Kita menyesuaikannya dengan kondisi yang benar-benar terjadi, dengan kemampuan fiskal yang benar-benar tersedia, serta dengan kebutuhan yang masih harus kita selesaikan sampai dengan akhir tahun,” ujar Neni dalam rapat Paripurna, Senin (7/9/2026).
Total Belanja Daerah pada APBD 2026 dikurangi dari Rp2,098 triliun menjadi Rp1,979 triliun. Neni menyebut pengurangan ini setara 5,67 persen dari anggaran sebelumnya.
“Artinya, terjadi pengurangan belanja sebesar Rp118,98 miliar atau 5,67 persen,” ungkapnya.
Belanja Tidak Terduga menjadi pos dengan persentase pemangkasan paling dalam, turun 53,62 persen dari Rp6 miliar menjadi Rp2,78 miliar. Sementara Belanja Operasi menyusut Rp31,34 miliar dari Rp1,555 triliun menjadi Rp1,524 triliun.
Meski Pendapatan Daerah secara keseluruhan naik, komposisinya berubah. Target Pendapatan Daerah meningkat dari Rp1,775 triliun menjadi Rp1,801 triliun, didorong kenaikan Pendapatan Transfer sebesar Rp36,72 miliar.
Di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru terkoreksi dari Rp371,06 miliar menjadi Rp361,08 miliar. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah juga turun tipis sekitar Rp347,29 juta.
“Jadi apabila kita melihat kondisi fiskal di Anggaran 2026 secara sederhana, pendapatan daerah meningkat 1,49 persen, tetapi ruang pembiayaan kita berkurang 44,95 persen,” jelas Neni.
Penurunan SiLPA 2025 menjadi faktor utama penyusutan ruang pembiayaan. Penerimaan pembiayaan yang seluruhnya bersumber dari SiLPA tahun sebelumnya anjlok dari proyeksi awal Rp323,38 miliar menjadi Rp178,007 miliar.
Artinya, terjadi penurunan sebesar Rp145,37 miliar atau 44,95 persen dari perkiraan semula.
“Maka dengan adanya perubahan tersebut, Pemkot Bontang memilih menyesuaikan belanja, agar pelaksanaan APBD 2026 tetap berada dalam batas kemampuan fiskal yang tersedia,” pungkasnya.