BGN Ajukan Anggaran MBG Rp240,2 T untuk 72,4 Juta Penerima di 2027

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Kamis, 03 September 2026 | 21:09:31 WIB
Kepala BGN Sudaryono memaparkan rencana anggaran MBG Rp240,2 triliun untuk 72,4 juta penerima manfaat pada 2027 dalam RDP bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9).

KALIMANTAN TIMUR — Kepala BGN Sudaryono memaparkan rencana anggaran tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9). Dari total pagu Rp240,20 triliun, alokasi terbesar dialokasikan untuk Program Pemenuhan Gizi Nasional sebesar Rp232,88 triliun, sementara Rp7,33 triliun lainnya untuk Program Dukungan Manajemen.

"Dengan pagu anggaran ini, target penerima manfaat MBG Tahun 2027 adalah 72.464.886 orang," ujar pria yang akrab disapa Mas Dar tersebut.

Anggaran Efisien, Cakupan Meluas

Menariknya, angka final tersebut sudah memperhitungkan efisiensi signifikan. Awalnya, alokasi untuk komponen Bantuan Pemerintah (Banper) MBG dirancang sebesar Rp262,5 triliun. Namun, melalui skema efisiensi Rp30 triliun, anggaran Banper turun menjadi Rp232,5 triliun. Artinya, pemerintah menuntut target penerima yang lebih besar dengan pengelolaan biaya yang lebih ketat per individunya.

Dengan postur anggaran ini, target cakupan menunjukkan ekspansi besar. Pada 2027, program prioritas pemerintah ini membidik 60.599.777 peserta didik dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK dan santri.

Ibu Hamil dan Balita Jadi Prioritas

Selain pelajar, program ini memperluas jaring pengaman untuk kelompok rentan. Sebanyak 11.865.109 penerima manfaat lainnya berasal dari kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok ini menjadi fokus penting karena intervensi gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan menentukan kualitas sumber daya manusia jangka panjang.

Mas Dar berharap Rencana Kerja dan Anggaran BGN 2027 tersebut dapat memperoleh persetujuan DPR. Dengan begitu, program MBG dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Pihaknya berkomitmen mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk memastikan layanan pemenuhan gizi menjangkau sasaran secara tepat.

"Kami akan memperkuat ekosistem pendukung melalui tata kelola, pemantauan pengawasan, penguatan rantai pasok, serta pemantauan mutu dan keamanan pangan," tambahnya.

Efisiensi vs Target Cakupan: Sebuah Lompatan

Jika dibandingkan dengan rencana awal yang membengkak hingga Rp262,5 triliun, keputusan menekan anggaran menjadi Rp240,2 triliun menunjukkan upaya fiskal yang lebih hati-hati. Namun, target penerima yang tetap tinggi menuntut efektivitas distribusi di lapangan. Tantangan utama BGN ke depan adalah menjaga kualitas gizi dan logistik di tengah tekanan biaya, sekaligus memastikan tidak ada daerah yang terlewat dari layanan.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top