Lanud Dhomber Siagakan Pesawat Cassa dan 8 Ton Garam untuk Hujan Buatan di IKN dan Kaltim

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:37:31 WIB
Pesawat Cassa NC-212 disiagakan di Lanud Dhomber untuk membawa delapan ton garam dalam Operasi Modifikasi Cuaca di IKN dan Kalimantan Timur.

BALIKPAPAN — Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Dhomber mematangkan seluruh persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menyambut ancaman kekeringan ekstrem akibat El Nino di wilayah Kalimantan Timur. Satu unit pesawat Cassa NC-212 dengan nomor ekor A-2105 telah disiagakan di landasan pacu, siap membawa muatan delapan ton garam Natrium Klorida (NaCl) untuk disemprotkan ke atmosfer.

Operasi ini bukan sekadar menerbangkan pesawat, melainkan upaya terukur untuk berburu awan-awan potensial yang memenuhi kriteria tertentu. Setelah target ditemukan, tim akan melakukan proses penyemaian awan atau cloud seeding untuk merangsang dan memperkuat proses pembentukan hujan sebelum awan tersebut buyar terbawa angin.

Sinergi Tiga Instansi: TNI AU, BMKG, dan Otorita IKN

Kesiapan operasi dimatangkan dalam briefing koordinasi di Baseops Lanud Dhomber pada Jumat (21/8/2026). Briefing ini mempertemukan unsur TNI Angkatan Udara, Otorita IKN, serta jajaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat.

Danlanud Dhomber, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, menegaskan bahwa menyamakan persepsi antarpemangku kepentingan menjadi harga mati sebelum operasi dimulai. Langkah ini krusial demi memastikan misi berjalan akurat sekaligus menjaga keselamatan penerbangan.

"Briefing koordinasi ini penting untuk menyamakan persepsi seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pelaksanaan operasi, kondisi cuaca, wilayah sasaran, mekanisme penerbangan hingga aspek keselamatan," ujar Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana.

Pemeriksaan Langsung ke Lapangan

Usai koordinasi di dalam ruangan, Danlanud Dhomber bersama perwakilan BMKG dan Otorita IKN turun langsung ke lapangan. Mereka memeriksa kesiapan fisik pesawat pembawa garam serta tumpukan logistik NaCl yang akan digunakan.

Hadir dalam pemeriksaan tersebut Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Konstruksi, Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, M.Eng.Sc. Pemeriksaan langsung ini memastikan seluruh peralatan dan material dalam kondisi prima sebelum eksekusi penyemaian awan dilakukan.

Kapan Pesawat Mulai Terbang?

Eksekusi penyemaian tidak akan dilakukan secara asal. Jadwal terbang pesawat sepenuhnya bergantung pada instruksi ilmiah dari radar cuaca. Tim di lapangan akan terus memantau kondisi atmosfer untuk menentukan waktu yang tepat bagi pesawat lepas landas.

"Pelaksanaan OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer. Karena itu, hasil analisis cuaca dan potensi pertumbuhan awan menjadi dasar dalam menentukan pelaksanaan penyemaian," jelas Koordinator Lapangan OMC dari BMKG Pusat, Bayu Ihsanul Hak.

Tameng Hadapi Kekeringan di Bumi Etam

Langkah proaktif modifikasi cuaca ini menjadi tameng penting dalam memitigasi dampak kekeringan ekstrem di wilayah Kalimantan Timur. Kawasan IKN menjadi prioritas utama karena saat ini sedang gencar dalam tahap pembangunan infrastruktur masif yang membutuhkan pasokan air memadai.

Melalui pemanfaatan teknologi modern dan kolaborasi kuat antarinstansi, pemerintah berharap pasokan air di bumi etam tetap terjaga meski didera kemarau panjang. Operasi ini juga menjadi bukti kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

"Harapannya, pelaksanaan OMC ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi potensi kekeringan di wilayah IKN dan Kalimantan Timur, tentunya dengan tetap mengutamakan keselamatan dan berdasarkan rekomendasi ilmiah dari BMKG," pungkas Danlanud Dhomber optimis.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: solidaritas.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top