Pemkot Samarinda Siapkan Parkir Berlangganan Rp 400 Ribu untuk Motor, Rp 1 Juta untuk Mobil demi Hapus Kebocoran

Penulis: Endra Sanjaya  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:04:32 WIB
Pemkot Samarinda menyiapkan skema parkir berlangganan tahunan dengan tarif Rp400 ribu untuk motor dan Rp1 juta untuk mobil.

SAMARINDA — Wacana penghapusan parkir tunai di Samarinda mulai menemui bentuknya. Pemkot Samarinda tengah menyiapkan skema parkir berlangganan tahunan yang sepenuhnya mengandalkan pembayaran nontunai atau cashless.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut digitalisasi menjadi kunci untuk menghentikan kebocoran penerimaan yang selama ini terjadi di lapangan. Ia menegaskan transaksi tunai di tepi jalan umum akan dihilangkan total.

“Yang pasti masalah sosialnya satu, kita ingin menghilangkan kebocoran dengan cara cashless. Jadi tidak ada lagi pembayaran tunai,” ujarnya.

Tarif Parkir Berlangganan: Rp 1.100 per Hari untuk Motor

Dalam skema yang dirancang, pemilik kendaraan roda dua cukup membayar Rp 400 ribu per tahun. Adapun kendaraan roda empat dikenakan biaya langganan Rp 1 juta per tahun.

Andi Harun menghitung, biaya tersebut terbilang ringan jika dicicil harian. Untuk motor, beban parkir hanya sekitar Rp 1.100 per hari, sementara mobil sekitar Rp 2.700 per hari.

Dengan membayar langganan, masyarakat bisa memarkir kendaraannya berkali-kali di tepi jalan umum tanpa perlu merogoh kocek setiap kali berhenti.

Berlaku di Tepi Jalan Umum, Mal dan Hotel Tak Tersentuh

Kebijakan ini tidak berlaku menyeluruh. Andi Harun menegaskan skema berlangganan hanya menyasar parkir di tepi jalan umum yang menjadi kewenangan pemerintah kota.

“Kebijakan itu hanya berlaku untuk parkir di tepi jalan umum yang menjadi kewenangan pemerintah kota,” tuturnya.

Sementara itu, parkir di dalam gedung seperti mal dan hotel tetap mengikuti mekanisme yang berlaku pada masing-masing pengelola. Artinya, sistem pembayaran di lokasi tersebut tidak berubah.

Warga Luar Samarinda Cukup Pakai E-Money

Bagi pendatang atau warga luar Samarinda yang sedang berkunjung, kewajiban berlangganan tidak berlaku. Mereka tetap bisa membayar parkir dengan cara lain yang lebih modern.

“Pembayaran tetap dapat dilakukan menggunakan e-money,” terang Andi Harun.

Pemkot Samarinda berharap perubahan sistem ini membuat pengelolaan parkir lebih transparan. Selain menekan kebocoran pendapatan daerah, digitalisasi juga ditargetkan mengurangi praktik parkir liar yang kerap muncul akibat transaksi tunai di lapangan.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: infosatu.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top