KALIMANTAN TIMUR — Guncangan gempa dahsyat yang berpusat di laut Flores tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga melumpuhkan infrastruktur kelistrikan. Sebanyak 11 gardu induk yang menjadi tulang punggung pasokan listrik di Pulau Flores sempat padam total. Namun, dalam waktu kurang dari dua hari, tim teknis PLN berhasil menormalkan kembali seluruh gardu induk tersebut.
“Pasokan utama kelistrikkan Flores sudah kembali dalam kondisi normal. Saat ini fokus kami adalah memastikan listrik dapat kembali sampai ke masyarakat di seluruh titik yang masih terdampak,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (17/8).
Hingga Minggu (16/8) malam, sebagian besar jaringan distribusi telah beroperasi. Namun, PLN mencatat masih ada 29 dari total 1.557 desa di Pulau Flores yang belum bisa dialiri listrik. Kondisi ini terutama disebabkan oleh akses jalan yang tertutup material longsor dan sejumlah wilayah yang masih terisolir pascagempa.
Darmawan menjelaskan, pekerjaan terberat saat ini bukan lagi memulihkan gardu induk, melainkan menjangkau jaringan distribusi yang berada dekat dengan pelanggan. Banyak titik yang hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki karena akses kendaraan terputus.
“Masih ada beberapa dusun dan titik pelanggan yang sedang kami upayakan untuk dinormalkan kembali. Beberapa di antaranya terkendala akses karena kondisi pascabencana dan ada yang masih terisolir. Kami terus mencari akses terbaik agar tim dapat segera masuk dan melakukan perbaikan,” katanya.
Dalam kondisi darurat seperti ini, PLN menegaskan tidak hanya mengejar kecepatan. Setiap jaringan yang akan dinyalakan kembali harus melewati pemeriksaan ketat untuk memastikan aspek keselamatan ketenagalistrikan terpenuhi, baik bagi warga maupun petugas di lapangan.
“Kami harus bergerak cepat, tetapi tidak boleh mengabaikan keselamatan. Setiap jaringan yang akan dinyalakan harus dipastikan terlebih dahulu aman. Karena itu, proses pemulihan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan,” tutur Darmawan.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menyatakan personelnya masih bersiaga penuh di sejumlah lokasi terdampak. Mereka bertugas melakukan asesmen kerusakan, memperbaiki tiang dan kabel yang roboh, serta menormalkan jaringan secara bertahap.
“Kami terus mengupayakan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin dengan tetap memperhatikan kondisi keamanan di lapangan,” ujar Eko.
Peristiwa ini menjadi ujian nyata ketangguhan infrastruktur kelistrikan di kawasan timur Indonesia. Dengan pulihnya 11 gardu induk, PLN memastikan pasokan listrik untuk fasilitas publik seperti rumah sakit, puskesmas, dan posko pengungsian di Flores dapat beroperasi normal, membantu proses evakuasi dan pemulihan warga pascabencana.