BPBD Samarinda Usul Anggaran Rp16 Miliar pada 2027, DPRD Soroti Alokasi Belanja Rutin yang Masih Dominan

Penulis: Aditya Nugraha  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41:31 WIB
BPBD Samarinda mengusulkan anggaran Rp16 miliar untuk penanggulangan bencana tahun 2027.

SAMARINDA — Rencana pengajuan tambahan anggaran oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menjadi Rp16 miliar pada Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2027 mendapat sorotan dari DPRD setempat. Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menekankan agar alokasi dana tersebut tidak lagi didominasi belanja rutin seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“BPBD mengusulkan anggaran Rp16 miliar pada 2027. Kami berharap anggaran itu tidak lagi banyak terserap untuk belanja rutin sehingga lebih besar dialokasikan bagi penanggulangan bencana,” kata Deni dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar Rabu (8/7/2026).

Anggaran Rp700 Juta untuk Bantuan Stimulan Warga Terdampak

Dalam usulan tersebut, sebagian dana tambahan direncanakan untuk meningkatkan bantuan stimulan bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana. Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, menyebutkan bahwa pada 2026 anggaran bantuan stimulan hanya sebesar Rp300 juta, dan pihaknya mengusulkan kenaikan menjadi Rp700 juta pada 2027.

“Tahun ini anggaran bantuan stimulan sebesar Rp300 juta. Pada 2027 kami mengusulkan naik menjadi Rp700 juta agar dapat mengakomodasi apabila terjadi bencana dengan dampak yang lebih besar,” ujar Suwarso.

Bantuan tersebut diberikan berdasarkan hasil asesmen tim kaji cepat terhadap tingkat kerusakan rumah. Material yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari kayu ulin, semen, bata ringan, hingga seng.

Kebutuhan Personel dan Peralatan Operasional Masih Terbatas

Selain soal anggaran, DPRD juga menyoroti keterbatasan tenaga teknis di BPBD, khususnya untuk Tim Reaksi Cepat (TRC). Meskipun ada penambahan personel melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP), jumlah tersebut dinilai belum mencukupi untuk merespons bencana secara cepat dan merata di seluruh wilayah Samarinda.

“Upaya mitigasi juga perlu diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat mengingat Samarinda masih menghadapi potensi banjir dan tanah longsor,” tegas Deni.

DPRD meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mempertimbangkan kebutuhan penambahan personel dan peralatan operasional BPBD dalam penyusunan APBD 2027. Hal ini dinilai krusial mengingat Samarinda kerap dilanda banjir dan longsor saat intensitas hujan tinggi.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: jurnaltoday.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top