Efisiensi BUMN Berlanjut, PTBA Merger Dua Anak Usaha demi Fokus Bisnis Inti

Penulis: Endra Sanjaya  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 21:17:01 WIB
PT Bukit Asam resmi menggabungkan PT Bukit Energi Investasi ke PT Bukit Energi Servis Terpadu.

KALIMANTAN TIMUR — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) melanjutkan program penataan badan usaha milik negara (BUMN) dengan menggabungkan dua anak perusahaannya. Lewat merger ini, PT Bukit Energi Investasi (BEI) akan melebur ke dalam PT Bukit Energi Servis Terpadu (BEST). Alhasil, BEST resmi menjadi entitas yang bertahan atau surviving entity.

Mengapa Danantara Minta BUMN Lakukan Merger?

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Danantara, badan pengelola investasi pemerintah, yang meminta BUMN untuk melakukan streamlining atau penataan ulang terhadap anak-anak usahanya. Tujuannya jelas: memangkas biaya dan membuat perusahaan lebih fokus pada bisnis utama.

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menjelaskan bahwa penggabungan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi secara menyeluruh. "Pelaksanaan kebijakan strategis tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat fokus pada kegiatan usaha inti perusahaan, serta memperbaiki tata kelola, melalui pengurangan duplikasi fungsi dan kegiatan usaha sejenis," kata Eko dalam keterbukaan informasi, Selasa (30/6/2026).

Skema Merger dan Komposisi Pemegang Saham

Proses penggabungan usaha ini berjalan setelah BEI dan BEST, yang merupakan perusahaan terkendali PTBA, menyepakati merger melalui keputusan sirkuler. Mekanisme ini menggantikan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan menandakan seluruh pemegang saham telah setuju dengan rencana tersebut.

Dari sisi kepemilikan, struktur saham kedua perusahaan nyaris identik. Sebanyak 99,6 persen saham BEI dikuasai PTBA, dan sisanya 0,40 persen milik Yayasan Bukit Asam (YBA). Sementara itu, komposisi saham BEST juga serupa: 99,62 persen milik PTBA dan 0,38 persen milik YBA. Dengan pola kepemilikan yang hampir sama, proses integrasi bisnis dinilai lebih mudah dilakukan.

Langkah PTBA ini menjadi bagian dari tren efisiensi di tubuh BUMN yang terus digencarkan pemerintah. Dengan berkurangnya jumlah entitas, perusahaan tambang raksasa itu berharap bisa bergerak lebih gesit dan mengalokasikan sumber daya secara lebih optimal ke bisnis pertambangan batu bara dan energi.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top