BONTANG — Proses perizinan menjadi prioritas utama Dinkes Bontang saat ini. Target operasional Labkesda yang sudah ditetapkan pada pertengahan 2026 membuat seluruh dokumen administrasi harus tuntas dalam waktu dekat. Anggaran sebesar Rp11 miliar yang telah disiapkan Pemkot akan digunakan untuk pengadaan alat dan kelengkapan infrastruktur laboratorium.
Perizinan menjadi gerbang utama agar Labkesda bisa berfungsi secara legal dan standar. Tanpa dokumen lengkap, laboratorium tidak bisa melayani pemeriksaan kesehatan masyarakat secara optimal. Dinkes mengejar agar semua persyaratan administratif rampung sebelum tahap pengadaan alat dimulai.
Bulan Juni 2026 bukan hanya batas akhir operasional, melainkan juga menjadi momentum bagi Labkesda untuk mengikuti mini kompetisi laboratorium. Ajang ini menjadi tolok ukur kesiapan fasilitas dan kompetensi sumber daya manusia di Bontang. Jika target terpenuhi, Labkesda bisa langsung berpartisipasi dan menunjukkan kapasitasnya.
Alokasi dana sebesar Rp11 miliar akan difokuskan pada pengadaan peralatan laboratorium modern dan renovasi ruangan. Pemkot memastikan seluruh anggaran digunakan tepat sasaran agar kualitas pelayanan kesehatan setara dengan standar nasional. Tahapan pengadaan barang akan dimulai setelah izin prinsip keluar.
Setelah perizinan selesai, Dinkes akan segera masuk ke tahap lelang pengadaan alat. Pihaknya juga sudah menyusun jadwal pelatihan bagi tenaga teknis laboratorium. Semua langkah ini diambil agar tidak ada keterlambatan yang menghambat target Juni 2026.