SAMARINDA — Pembelajaran jarak jauh diterapkan di sejumlah sekolah Samarinda setelah pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas II APT Pranoto menunjukkan kualitas udara kota berada pada kategori sangat tidak sehat pada 16 September 2026 pukul 16.00 WITA. Surat dari Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin meminta kepala SMA, SMK, dan SLB memantau kondisi udara serta berkoordinasi dengan dinas.
Langkah itu diambil untuk menjaga keselamatan murid, pendidik, dan tenaga kependidikan dari dampak kabut asap karhutla. Sekolah diberi keleluasaan menyesuaikan metode pembelajaran agar aktivitas di luar ruangan berkurang.
Guru dan Tenaga Kependidikan Ikut Bekerja dari Rumah
Guru SMPN 11 Samarinda, Tharuna Qalis Mula, membenarkan penerapan PJJ di sekolahnya. Ia menyebut para guru dan tenaga kependidikan menjalankan tugas dari rumah selama kebijakan berlaku.
"PJJ itu pembelajaran jarak jauh. Gurunya WFH, iya. Saat ini guru sama tendik di kita di-WFH-kan untuk menjaga kesehatan juga," ujarnya kepada wartawan, Kamis (17/9/2026).
Meski belajar dari rumah, jam belajar tetap berjalan seperti biasa. Penyesuaian metode ini berlangsung dua hari, dari 17 sampai 19 September 2026.
Riwayat Asma Siswa Jadi Pertimbangan
Tharuna menilai kebijakan PJJ tepat melihat kondisi udara yang memburuk. Ia menyoroti adanya siswa dengan riwayat gangguan kesehatan, seperti asma, yang rentan terpapar kabut asap.
"Memang statusnya lagi berbahaya ya," katanya.
Kekhawatiran lain datang dari pengalaman pandemi Covid-19. Tharuna berharap kabut asap karhutla tidak berulang setiap tahun dan tidak menjadi persoalan berkepanjangan bagi dunia pendidikan di Samarinda.
"Semoga kabut ini bisa selesai. Jangan sampai tahun-tahun selanjutnya ada lagi, seperti musiman begitu. Ini memprihatinkan juga bagi banyak pihak," pungkasnya.
Kualitas Udara Jadi Dasar Kebijakan
Surat Disdikbud Kaltim menjadikan data pemantauan kualitas udara sebagai dasar utama. Kepala sekolah diminta aktif memantau perkembangan kondisi udara di wilayah masing-masing dan melaporkan hasilnya ke dinas.
Koordinasi itu penting karena kabut asap bisa berubah cepat tergantung arah angin dan titik panas di sekitar Samarinda. Sekolah yang kondisi udaranya membaik dapat menyesuaikan kembali metode pembelajaran sesuai arahan dinas.