Pencarian

Trump Perintahkan Tinjauan Status Perlindungan Serigala Abu-Abu dan Meksiko

Senin, 14 September 2026 • 19:18:31 WIB
Trump Perintahkan Tinjauan Status Perlindungan Serigala Abu-Abu dan Meksiko
Presiden Trump memerintahkan tinjauan status perlindungan serigala abu-abu dan Meksiko.

KALIMANTAN TIMUR — Langkah tersebut muncul di tengah tekanan berat yang dialami industri peternakan sapi AS. Jumlah kawanan ternak sapi nasional tercatat turun ke tingkat terendah dalam 75 tahun terakhir, dan harga daging sapi melonjak ke rekor tertinggi.

Dampak Langsung bagi Peternak dan Populasi Serigala

Jika status perlindungan dicabut, peternak di wilayah Barat AS akan memiliki dasar hukum untuk menembak serigala yang dianggap mengancam kawanan ternak mereka. Saat ini diperkirakan sekitar 18.000 ekor serigala abu-abu hidup di Amerika Serikat, dengan konsentrasi terbesar di negara-negara bagian utara dan timur.

Populasi serigala Meksiko jauh lebih rentan. Subspesies asli Arizona dan New Mexico ini sempat menyusut hingga tinggal beberapa puluh ekor pada 1990-an. Program penangkaran intensif dan pelepasliaran berhasil memulihkan jumlahnya menjadi 319 ekor pada 2025.

Meski demikian, serigala Meksiko diperkirakan hanya bertanggung jawab atas sekitar 0,65% kematian sapi di wilayah tersebut. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan tingkat kematian anak sapi akibat penyebab lain yang mencapai sekitar 6%.

Kritik Organisasi Konservasi

Greta Anderson, wakil direktur Western Watersheds Project, menilai kebijakan ini sebagai manuver politik untuk meredam kemarahan peternak. "Ini adalah pengalihan isu besar-besaran untuk menyenangkan segelintir peternak dan membuat mereka percaya bahwa serigala merupakan ancaman yang lebih besar dibandingkan kebijakan Presiden Trump sendiri," ujarnya dalam pernyataan bersama sejumlah organisasi konservasi.

Anderson menambahkan bahwa dampak keberadaan serigala terhadap industri peternakan tidak sebanding dengan dampak perjanjian perdagangan terkini dan realitas beternak di wilayah Barat yang gersang di tengah kondisi iklim yang terus berubah.

Regan Downey, direktur pendidikan dan advokasi di Wolf Conservation Center, menyoroti pendekatan pemerintah yang dinilainya salah sasaran. "Serigala Meksiko bukanlah masalahnya; masalah sebenarnya terletak pada pendekatan pemerintah dalam menangani konflik yang diklaim terjadi tersebut," katanya.

Menurut Downey, jika pemerintah benar-benar ingin mendukung peternak, mereka seharusnya memprioritaskan peningkatan pendanaan untuk inisiatif non-mematikan guna menciptakan solusi jangka panjang.

Sejarah Panjang Konflik Perlindungan Serigala

Serigala abu-abu pernah diburu hingga punah di sebagian besar wilayah Amerika Serikat daratan pada awal abad ke-20. Hanya satu populasi yang bertahan hidup di timur laut Minnesota. Akibatnya, spesies ini dimasukkan ke dalam Endangered Species Act, awalnya sebagai subspesies, lalu ditingkatkan menjadi tingkat spesies pada 1978.

Ini bukan upaya pertama pemerintahan Trump mencabut perlindungan serigala. Pada 2020, pemerintahannya mencabut perlindungan federal bagi serigala abu-abu, namun keputusan itu dipulihkan kembali pada 2022 setelah organisasi pelestari satwa liar menggugat di pengadilan.

Michael Robinson, advokat konservasi senior di Center for Biological Diversity, menyatakan pihaknya siap kembali ke jalur hukum. "Serigala Meksiko sangat membutuhkan perlindungan lebih dan penghentian persekusi, namun perintah eksekutif Trump justru melakukan hal yang sebaliknya," ujarnya.

Robinson dan organisasi konservasi lain berencana membuktikan di pengadilan bahwa penurunan status perlindungan serigala Meksiko serta lonjakan angka pembunuhan terhadap hewan tersebut tidak hanya kejam, tetapi juga tidak bijaksana dan melanggar hukum.

Menteri Dalam Negeri memiliki waktu 90 hari untuk melakukan penilaian dan melaporkan apakah usulan pencabutan status perlindungan ini akan disetujui. Jika terealisasi, gugatan hukum dari koalisi konservasi diperkirakan akan kembali menjadi babak berikutnya dalam perdebatan panjang antara kepentingan peternakan dan pelestarian satwa liar di AS.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks